Meski tumbuh tinggi, pembiayaan BSI dilakukan dengan penjagaan kualitas yang baik ditandai dengan Non-performing financing (gross) 1,8%.
BACA JUGA:Gabungkan Otomotif dan Hiburan Masyarakat pada Yamaha Day September 2026 Bersama Yamaha Thamrin
BACA JUGA:Bansos 2026: Nama Kamu Masuk Penerima Bansos Oktober, Ini Cara Cek Penerimanya
Momentum pertumbuhan juga datang dari bisnis berbasis fee ditandai pertumbuhan Fee based income (FBI) sebesar 36,27% menjadi Rp5,6 triliun, dengan peningkatan kontribusi terutama berasal dari bisnis treasury dan emas.
Penguatan ini turut mendorong fee based ratio BSI menjadi 23,07%, mencerminkan semakin beragamnya sumber pendapatan Perseroan di luar bisnis pembiayaan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja hingga Agustus menunjukkan transformasi bisnis BSI mulai menghasilkan pertumbuhan yang semakin seimbang, baik dari sisi funding, financing maupun non-financing income. “Kami melihat fundamental BSI semakin kuat.
Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income.
Ini menunjukkan mesin pertumbuhan BSI semakin terdiversifikasi dan memiliki ruang untuk terus berkembang,” ujarnya.
Memasuki akhir kuartal III dan kuartal IV 2026, BSI akan terus memperkuat sumber dana murah yang menjadi salah satu keunggulan bisnis Perseroan.
Salah satunya melalui pengembangan ekosistem haji dan umrah, sekaligus memperluas pembiayaan ritel dan konsumer berbasis underlying yang memiliki karakteristik bisnis yang resilient.
Selain itu, BSI akan terus mendorong pertumbuhan bisnis ekosistem syariah dan emas, memperkuat transaksi dan layanan berbasis digital, serta menjaga kualitas pembiayaan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Ke depan, fokus kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan kualitas dan profitabilitas yang semakin kuat.
Kami optimistis kinerja kuartal III dan hingga akhir tahun tetap berada di jalur yang telah ditetapkan,” ucap Anggoro.
Dengan kombinasi funding yang semakin kuat, CoF yang semakin efisien, pembiayaan yang tumbuh double digit, serta kontribusi fee based income yang semakin besar, BSI memasuki paruh kedua 2026 dengan mesin pertumbuhan yang semakin lengkap dan fundamental yang semakin kokoh.