Sekitar 300 Warga Ogan Ilir Terserang ISPA, Pengobatan Akibat Kabut Asap Gratis

Rabu 07-10-2026,15:22 WIB
Reporter : Isro
Editor : Bambang

OGANILIR,PALPOS.CO - Sekitar 300 penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat mendapat penanganan di Puskesmas Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sepanjang September 2026. 

Pemkab Ogan Ilir memastikan seluruh masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat pemeriksaan serta pengobatan secara gratis.

Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengatakan kebijakan pengobatan gratis tersebut mulai diberlakukan setelah Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menginstruksikan pemerintah daerah memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla.

"Bapak Gubernur melalui Bapak Bupati Ogan Ilir menginstruksikan seluruh Puskesmas, Pustu di daerah kita, kalau ada masyarakat terkena ISPA dilayani dengan baik dan optimal. Pengobatannya gratis," tegas Ardani kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

BACA JUGA:Proyek Irigasi di Ogan Ilir Dikeluhkan Petani, Banyak Pipa Bocor Hingga Sebabkan Spanning Listrik Warga

BACA JUGA:Jukir Pasar Malam Tusuk Warga Gegara Utang Rp50 Ribu

Menurut Ardani, Pemkab Ogan Ilir akan terus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami ISPA hingga kondisi mereka benar-benar pulih. Pelayanan tersebut tersedia di 25 Puskesmas yang tersebar di wilayah Ogan Ilir.

Selain Puskesmas, Dinas Kesehatan Ogan Ilir juga menyiapkan pelayanan kesehatan di tiga posko bencana.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga disiapkan untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Ardani menjelaskan, biaya pengobatan pasien ISPA untuk sementara ditanggung melalui APBD Kabupaten Ogan Ilir.

BACA JUGA:Buron Curat Motor Diringkus di Timbangan, AH Tak Berkutik Saat Dikepung Polisi

BACA JUGA:Anak 8 Tahun Tewas Terpanggang Saat Rumah Terbakar di Pemulutan, Dua Rumah Ludes Dilalap Api

Hal itu dilakukan karena dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp15 miliar untuk penanganan dampak karhutla hingga kini belum dapat digunakan.

"Untuk pencairan Banpres Rp15 miliar itu masih menunggu mekanismenya APBD Perubahan. Tentunya kita gunakan (Banpres) sesuai petunjuk, pedoman dan arahan pemerintah pusat," jelasnya.

Ogan Ilir sendiri mendapat alokasi Banpres Rp15 miliar dari total Rp100 miliar yang disiapkan pemerintah untuk daerah-daerah terdampak karhutla di Sumatera Selatan.

Kategori :