Meskipun terdapat fluktuasi kecil, secara umum harga getah karet di tingkat petani sejak awal tahun 2026 terpantau lumayan stabil bahkan cenderung merangkak naik.
BACA JUGA:Bobol Toko Sembako Tengah Malam, Pria 56 Tahun Ditangkap Polisi, Kerugian Capai Rp400 Juta
BACA JUGA:Abrasi Jalan di Peninjauan Kian Parah, Dua Rumah Warga Terancam Longsor
Kendati demikian, sebagian petani mengaku kegembiraan tersebut belum sepenuhnya sempurna karena produksi getah saat ini tergolong sedikit, di sisi lain harga bahan pokok di pasaran mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Di tengah berbagai pertimbangan tersebut, Mardani (60), seorang petani karet di Kecamatan Peninjauan, mengaku akan terus bertahan pada komoditas karet.
Alasannya, karet telah menjadi tanaman primadona sejak zaman nenek moyang dan diyakini sangat cocok ditanam di kabupaten berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini.
Di sisi lain, meskipun harga jual mengalami kenaikan, musim kemarau yang sedang berlangsung membuat produksi getah karet secara kuantitas mengalami penurunan. (len)