MUARA ENIM, PALPOS.CO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Muara Enim tercatat sebanyak 320 kasus. Jumlah ini menempatkan Kecamatan Lawang Kidul sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi.
"Kasus DBD tertinggi tahun 2026 puskesmas Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul dengan jumlah 320 kasus," Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr Eni Zatila, Selasa 13 Oktober 2026.
Pihak kesehatan mewaspadai potensi lonjakan lanjutan pada akhir tahun Oktober hingga Desember 2026, akibat perubahan cuaca pasca fenomena El Nino yang mempercepat siklus hidup nyamuk.
Untuk menekan penyebaran DBD, masyarakat diimbau untuk aktif melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui langkah 3M Plus yakni Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat wadah-wadah penampungan air, Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan dan Menggunakan losion anti nyamuk, memasang kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, atau menanam tanaman pengusir nyamuk.
BACA JUGA:Tak Ada Pemberhentian PPPK, Masa Kerja Tetap Diperpanjang
BACA JUGA:Dinkop UKM Muara Enim Catat 3.900 Produk Bersertifikat Halal, Dorong UMKM Penuhi Kewajiban
Masyarakat pun diminta untuk aktif melakukan pencegahan dan membersihkan lingkungan guna mengurangi risiko penularan penyakit ini.
pencegahan menjadi hal yang paling penting dalam menghadapi peningkatan kasus DBD ini. Salah satu langkah penting adalah melakukan pembasmian sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan.
Terutama tempat-tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk seperti ban-ban bekas, kaleng bekas yang tergenang air, dan ember penampungan air.
"Upaya yang dilakukan meningkatkan kegiatan 3 M plus, penaburan bubuk abate, pelaksanaan foging gokus dan penyuluhan dan edukasi untuk antisipasi perkembang biakan nyamuk di musim kemarau," jelasnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Keamanan Informasi, Rancang Perbup SMKI
BACA JUGA:Empat Flyover di Muara Enim Ditargetkan Rampung Desember 2027
Oleh karena itu, kata dia, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan menjadi kunci utama.
Eni juga menjelaskan, penyuluhan kepada masyarakat sangat penting, terutama dalam mendeteksi gejala awal DBD seperti demam tinggi yang tidak turun, trombosit yang menurun, dan adanya pendarahan dari hidung atau ruam merah di kulit.
"Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, segera dibawa ke rumah sakit karena penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal," pungkasnya.(ozi)