"Langkah pertama adalah menguras tempat penampungan air secara rutin untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk," terangnya.
BACA JUGA:Bara di Bawah Gambut Picu Karhutla Berulang, Herman Deru Perkuat Pemadaman Udara
Langkah kedua, menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak.
Sementara itu, langkah ketiga adalah mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air, seperti wadah atau benda yang dibiarkan terbuka di sekitar rumah," bebernya.
Adapun langkah Plus dapat dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk pemakaian, memasang kasa pada ventilasi atau jendela, serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Berbagai langkah tersebut perlu diterapkan secara rutin, bukan hanya ketika ada warga yang mengalami DBD," pesannya.
Ia menegaskan bahwa, pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga dan masyarakat.
Lingkungan rumah yang bersih serta tidak menyediakan tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penularan penyakit tersebut.
"Melalui penerapan 3M Plus dan peningkatan kewaspadaan terhadap gejala DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman penyakit tersebut," ajaknya.
Masyarakat diharapkan menjadikan pencegahan DBD sebagai kebiasaan sehari-hari, dimulai dari rumah masing-masing.
"Jika mengalami gejala yang mengarah pada DBD, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan dan jangan menunda pertolongan apabila muncul tanda bahaya," pungkasnya.(ozi)