Banpres Karhutla Untuk Pembangunan Kanal dan Embung

Selasa 27-10-2026,20:40 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

Sumarni mengatakan, berdasarkan peninjauan lapangan bersama Dandim dan Kapolres, kebakaran yang terjadi tidak serta-merta disebabkan kesengajaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.

BACA JUGA:Byson vs Kijang, Satu Tewas di TKP

BACA JUGA:Diduga Curi Material KAI Senilai Rp753 Juta

Pemkab Muara Enim, lanjutnya, telah melakukan langkah antisipasi sejak 2026 dengan memberikan bantuan alat berat untuk membantu masyarakat membuka atau mengelola lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

Menurut Sumarni, bantuan tersebut merupakan bentuk pendekatan yang tidak hanya membatasi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, tetapi juga memberikan solusi bagi masyarakat agar tetap dapat mengelola lahan mereka.

Ia menjelaskan, lahan yang terdampak karhutla sebagian di antaranya merupakan lahan milik masyarakat maupun perusahaan yang masih produktif, terutama perkebunan kelapa sawit.

Dengan demikian, kejadian tersebut tidak selalu berkaitan dengan pembukaan lahan perkebunan baru.

Sumarni juga menyampaikan bahwa berdasarkan data per 26 Oktober 2026, tidak ditemukan lagi titik panas atau hotspot di Kabupaten Muara Enim.

Meski demikian, ia menegaskan upaya pencegahan tetap perlu diperkuat, khususnya di kawasan gambut yang memiliki karakteristik penanganan berbeda.

Pasalnya, api di lahan gambut dapat merambat dan bertahan di lapisan bawah tanah. Kondisi tersebut memungkinkan bara tetap menyala meskipun api di permukaan telah padam, sehingga berpotensi menimbulkan asap dan memicu kebakaran kembali.

Untuk itu, bantuan Rp10 miliar tersebut direncanakan mendukung pembangunan infrastruktur pencegahan, antara lain kanal dan embung, serta penyediaan sarana dan prasarana lain yang dinilai masih dibutuhkan.

Pemerintah daerah juga akan menyesuaikan program dengan petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan provinsi.

Sumarni mengatakan, dirinya telah menjadwalkan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk merumuskan program prioritas yang dapat dilaksanakan melalui dukungan anggaran tersebut.

"Bukan hanya untuk penanggulangan karhutla yang terjadi sekarang ini, tetapi kita juga merencanakan bagaimana mencegah atau melakukan mitigasi agar di tahun-tahun mendatang kejadian ini tidak terulang," tegasnya.

Ia berharap, pemanfaatan bantuan tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah, terutama di kawasan lahan gambut yang rawan terbakar, sehingga penanganan karhutla ke depan dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan.(ozi)

Kategori :