StandWithTeachers: Mengapresiasi Peran, Menguatkan Mimpi Guru Indonesia
StandWithTeachers: Mengapresiasi Peran, Menguatkan Mimpi Guru Indonesia-Foto:dokumen palpos-
Atau bahkan pertanyaan yang lebih sederhana, tetapi sering terlupakan:
“Siapa yang mendukung mimpi mereka? Bukan mimpi murid, bukan ekspektasi orang tua, tetapi mimpi pribadi mereka sebagai manusia yang juga punya tujuan hidup.”
BACA JUGA:Peduli Korban Banjir, RIG PDSI#19.1 LTO-350 Beri Bantuan Pakaian Layak Pakai
Ketika Guru Menjadi Inspirasi, Tetapi Jarang Mendapat Inspirasi dan Aspirasi
Kampanye #StandWithTeachers yang digagas Putera Sampoerna Foundation (PSF) berangkat dari kesenjangan besar ini: kesenjangan antara harapan masyarakat dan kondisi nyata para guru. Harapan bahwa guru selalu kuat, selalu ikhlas, selalu mengabdi.
Namun realitanya, banyak dari mereka harus mengajar sambil mengejar penghasilan tambahan, membangun kelas dengan dana pribadi, atau berusaha mencari pelatihan yang tidak pernah sampai ke kota mereka.
Menurut Senior Director, Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, kampanye ini ingin mengingatkan publik bahwa sebagai manusia guru juga memiliki kebutuhan, aspirasi, serta mimpi pribadi.
“Guru adalah arsitek semua profesi, tetapi realitas kesejahteraan dan akses pengembangan mereka masih jauh dari ideal.
Melalui kampanye #StandWithTeachers, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya berterima kasih, tetapi juga berdiri bersama para guru, memberikan dukungan nyata agar mereka dapat tumbuh, berkarya, dan mengejar mimpi pribadinya di dalam maupun di luar kelas.”
Melalui video kampanye “Letters They Never Hear”, PSF menyoroti satu kenyataan sederhana bahwa banyak guru menjalankan tugasnya tanpa langsung mengetahui besar dampak yang mereka tinggalkan.
Mereka mendampingi murid bertumbuh dan mereka melakukannya setiap hari dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sering kali mereka lupa bahwa apa yang mereka lakukan adalah sebuah upaya yang hasilnya baru tampak di masa depan.
Kata-kata terima kasih dari murid yang telah meraih pencapaian di usia dewasa akan menjadi pengingat bahwa setiap pelajaran, teguran, doa, dan keyakinan yang guru berikan tidak pernah sia-sia. Inilah saatnya kita menyampaikan rasa terima kasih yang selama ini belum terucap.
Guru yang Bermimpi, Guru yang Berdaya Adalah Risky Darma Ramadan, Guru SDN 2 Koya Barat, Jayapura yang telah aktif terlibat dalam program Putera Sampoerna Foundation selama tiga tahun terakhir.
Di tengah keterbatasan fasilitas, akses pelatihan, dan tantangan ekonomi sebagai guru, Risky tetap memilih bertahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

