Dari Mantan TKI Menjadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung
Dari Mantan TKI Menjadi Pencipta Lapangan Kerja di Lampung-Foto:Dokumen Palpos-
Perubahan tersebut perlahan mendorong pertumbuhan usahanya. Dari empat outlet saat pertama kali menggunakan BukuAgen, kini jumlahnya telah berkembang menjadi delapan outlet dengan total sepuluh mesin EDC yang seluruhnya menggunakan layanan BukuAgen.
Eko menilai penggunaan BukuAgen turut mendorong peningkatan pendapatan usahanya.
BACA JUGA:Pertamina Drilling Gandeng Halliburton, Bidik Proyek Migas dan Geothermal Global hingga Timur Tengah
BACA JUGA:Bansos 2026: 5 Syarat Mutlak Penerima Bansos 2026, Begini Cara Cek Penerima Bantuan Kemensos
Selain memperoleh porsi bagi hasil yang lebih baik dibanding penyedia layanan sebelumnya, ia juga mendapatkan tambahan keuntungan dari berbagai program insentif dan cashback yang tersedia.
Sepanjang Januari 2025 hingga Januari 2026, jaringan usaha yang dibangunnya mencatatkan 18.806 transaksi dan mengantarkannya menjadi Agen Juara dengan transaksi tertinggi untuk wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi.
Menurutnya, pencapaian terbesar bukanlah penghargaan maupun jumlah transaksi yang berhasil dicapai melainkan kesempatan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
Setiap kali membuka outlet baru, Eko merekrut warga dari desa tempat outlet tersebut berdiri.
Dengan cara itu, pertumbuhan usahanya secara langsung menciptakan peluang kerja baru di komunitas sekitar.
"Saya senang bisa membuka lapangan kerja baru. Melihat berita tentang sulitnya mencari kerja sekarang, saya bangga kalau usaha ini bisa membantu warga sekitar mendapatkan pekerjaan," katanya.
Saat ini, jaringan usaha yang dibangunnya telah mempekerjakan delapan karyawan yang merupakan warga lokal. Bahkan, dua di antaranya merupakan lulusan sarjana.
Selain membuka peluang kerja, outlet-outlet yang dikelola Eko juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat sekitar.
Setiap hari, outlet tersebut beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 20.00 untuk melayani berbagai kebutuhan transaksi, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan.
Di sejumlah wilayah Mesuji, layanan seperti ini menjadi alternatif yang lebih dekat dan praktis dibanding harus pergi ke ATM atau kantor bank.
Dengan rata-rata sekitar 50 hingga 60 transaksi perhari di seluruh jaringan outletnya, layanan yang disediakan Eko membantu masyarakat mengakses berbagai kebutuhan transaksi keuangan secara lebih mudah dan efisien.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





