Liburan Nataru Pakai EV Makin Seru, Ini Kata Pengguna!
Ketika mengisi daya EV di SPKLU Center Cirebon pada Selasa (23/12), salah seorang pengguna EV yang mudik dari Jakarta Utara menuju Cirebon, Jawa Barat, David Sulistio menjelaskan bahwa kenyamanan berkendara juga menjadi alasan pemudik memilih EV. Ia menil-Foto:dokumen palpos-
Efisiensi juga dirasakan oleh pengguna EV lainnya yang melakukan perjalanan dari Indramayu menuju Cirebon, Jawa Barat, Ismanto.
Ia menilai EV memberikan keuntungan dari sisi biaya operasional serta didukung fasilitas pengisian cepat yang memadai.
BACA JUGA:Toreh Prestasi Gemilang, Ini Sederet Capaian Kejari Palembang Tahun 2025
“Ya, menurut saya sih, (kendaraan listrik) efisien. Terus, harganya juga lebih murah. Lalu, karena di sini ada fast charging, saya ngecas enggak pernah penuh.
Paling 30–40 kWh,” ujarnya saat ditemui di SPKLU Center Cirebon pada Selasa (23/12).
Seiring peningkatan tren kepercayaan masyarakat terhadap perjalanan jarak jauh menggunakan EV, PLN memproyeksikan jumlah pemudik yang menggunakan EV roda empat pada periode Nataru tahun ini meningkat signifikan.
Jika pada Nataru 2024/2025 tercatat sekitar 12.183 kendaraan listrik, pada Nataru 2025/2026 jumlahnya diproyeksikan meningkat sekitar 2,2 kali lipat menjadi sekitar 26.000 kendaraan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa proyeksi tersebut menjadi dasar penguatan layanan pengisian daya selama periode libur akhir tahun.
“Kami memproyeksikan jumlah pengguna kendaraan listrik pada Nataru kali ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Darmawan.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, PLN memperkuat infrastruktur pengisian daya secara masif di seluruh wilayah, khususnya di jalur-jalur utama mudik.
“Seiring dengan itu, kami menambah jumlah SPKLU menjadi 4.516 unit yang tersebar di 2.935 titik strategis di seluruh tanah air untuk memastikan perjalanan masyarakat semakin aman dan nyaman,” lanjut Darmawan.
Secara khusus, PLN menyiapkan 1.515 unit SPKLU di jalur mudik utama Sumatra–Jawa–Bali, meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Seluruh SPKLU tersebut tersebar di 865 lokasi strategis, baik di ruas tol maupun non-tol, dengan jarak antarlokasi rata-rata sekitar 22 kilometer guna meminimalkan potensi antrean.
"Selain itu, Kami juga menyebar 15 unit SPKLU mobile yang dapat merespons kebutuhan darurat di jalur-jalur krusial mudik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

