Risol Ayam Suwir, Camilan Klasik yang Kian Digemari Lintas Generasi
Risol ayam suwir-Fhoto: Istimewa-
Daging ayam direbus lalu disuwir halus, kemudian ditumis bersama bawang merah, bawang putih, merica, dan sedikit pala.
Beberapa pembuat menambahkan susu atau kaldu agar teksturnya lebih creamy dan gurih.
BACA JUGA:Tumis Pakis Tempe : Sajian Sederhana yang Kian Digemari Pecinta Kuliner Nusantara
BACA JUGA:Pakcoy Telur Puyuh Bawang Putih, Menu Sederhana yang Kian Digemari Pecinta Kuliner Sehat
Kulit risol dibuat dari adonan tepung terigu, telur, susu, dan sedikit garam yang didadar tipis seperti crepe.
Setelah diisi dan digulung rapi, risol dilapisi tepung panir sebelum digoreng hingga berwarna kuning keemasan.
Proses inilah yang menghasilkan sensasi kriuk di bagian luar namun tetap lembut di dalam.
Tak sedikit pula inovasi yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan tren pasar.
Ada risol ayam suwir dengan tambahan keju mozzarella, saus pedas, hingga varian panggang bagi konsumen yang menghindari gorengan. Meski demikian, versi klasik tetap menjadi primadona.
Risol ayam suwir juga dinilai memiliki prospek bisnis yang cerah.
Modal bahan baku yang relatif rendah serta proses produksi yang tidak terlalu rumit menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, risol ayam suwir banyak dipasarkan melalui media sosial dan platform pesan-antar makanan.
Strategi pemasaran digital membantu penjual menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik.
Dewi (29), pelaku UMKM di Bandung, mengaku mampu menjual hingga 500 buah risol per hari saat akhir pekan. “Awalnya cuma coba-coba dari dapur rumah.
Ternyata responsnya bagus, apalagi kalau ada acara arisan atau rapat kantor,” katanya. Ia menambahkan, kunci keberhasilan terletak pada konsistensi rasa dan kualitas bahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




