Tomyam, Sup Legendaris Asia Tenggara yang Mendunia
Semangkuk tomyam hangat dengan perpaduan pedas, asam, dan segar yang bikin lidah langsung jatuh cinta.-Fhoto: Istimewa-
Salah satu varian paling terkenal adalah tomyam goong, yaitu tomyam dengan udang sebagai bahan utama.
Namun, seiring waktu, muncul berbagai inovasi seperti tomyam ayam, tomyam seafood campur, hingga tomyam dengan santan yang menghasilkan kuah lebih kental dan gurih.
BACA JUGA:Tahu Walik Ayam, Camilan Gurih yang Kian Digemari Masyarakat
BACA JUGA:Tumis Sayur Pakis : Kuliner Tradisional yang Kian Digemari Generasi Muda
Perbedaan regional juga memengaruhi cita rasa tomyam. Di wilayah selatan Thailand, rasa pedasnya cenderung lebih kuat, sementara di daerah tengah rasanya lebih seimbang antara asam dan gurih.
Di luar Thailand, adaptasi tomyam sering kali disesuaikan dengan bahan lokal.
Di Malaysia dan Indonesia, misalnya, beberapa restoran menambahkan sentuhan rempah khas setempat untuk memperkaya rasa.
Tak jarang pula tomyam dipadukan dengan mi atau bihun sehingga menjadi hidangan utama yang lebih mengenyangkan. Inovasi ini membuat tomyam semakin fleksibel dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Popularitas tomyam di kancah internasional tak lepas dari meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap kuliner Asia.
Restoran Thailand kini mudah ditemukan di kota-kota besar seperti New York, London, hingga Sydney. Tomyam sering menjadi menu andalan karena rasanya yang unik dan berbeda dari sup Barat pada umumnya.
Selain itu, tren makanan sehat turut mendorong pamor tomyam. Dengan bahan-bahan alami seperti rempah segar dan protein rendah lemak, tomyam dianggap sebagai pilihan yang relatif sehat.
Kuahnya yang ringan namun kaya rasa menjadikannya alternatif menarik dibandingkan sup krim yang berat.
Produk tomyam instan juga berkontribusi terhadap penyebarannya. Berbagai merek mi instan menghadirkan varian rasa tomyam yang praktis dan terjangkau, sehingga konsumen dapat menikmati cita rasa khas Thailand tanpa harus pergi ke restoran.
Secara umum, tomyam mengandung protein dari udang atau ayam, vitamin dari jamur dan tomat, serta antioksidan dari rempah-rempah seperti serai dan daun jeruk.
Cabai yang digunakan mengandung capsaicin, yang diyakini dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




