Iklan Astra Motor

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Telur Naik

Sepekan Jelang Ramadan, Harga Cabai dan Telur Naik

SIDAK : Wakil Bupati Muara Enim Hj Sumarni memimpin langsung monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan di Pasar Muara Enim dan Tanjung Enim.-Foto:dokumen palpos-

"Kenaikan tersebut karena dari modalnya sudah naik, sehingga kita harus juga menaikkan untuk menutupi biaya angkut, transportasi dan lain-lain," katanya.

Menurut Robin, kenaikan harga tersebut semestinya bisa ditekan seminimal mungkin jika sentra peternak telur dibuat dekat kota Muara Enim atau Pemkab Muara Enim mensubsidi biaya produksi seperti transportasi, biaya kuli angkut dan lain-lain.

BACA JUGA:Korsleting Listrik, Rumah Panggung Terbakar Dini Hari

BACA JUGA:Dinkes Siapkan Inovasi Daftarkan NIK Bayi Baru Lahir

"Mudah-mudahan pas puasa telur tidak naik lagi, sebab kalau naik kami pedagang juga rugi tidak ada yang beli," harap Robin.

Sementara itu, Wabup Muara Enim Sumarni menyampaikan bahwa secara umum harga sejumlah komoditi seperti daging, ayam, bawang dan beras masih relatif stabil.

"Tetapi memang ada beberapa komoditi seperti telur dan cabai mulai mengalami kenaikan meski belum signifikan," ujar Sumarni.

Untuk itu, dirinya telah meminta OPD terkait untuk mengintensifkan pengawasan pasar sehingga momen bulan suci Ramadan ini tidak dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menimbun barang yang dapat menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga sembako di pasaran. 

"Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat dalam keadaan cukup dan aman," ujar Wabup.

Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang itu mengimbau masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak  berlebihan guna membantu menciptakan ekonomi stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, untuk menekan inflasi daerah dan mengantisipasi kenaikan sembako, sambung Wabup, pihaknya juga akan menggelar operasi pasar murah atau sejenisnya sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

"Kita lagi cari formula untuk mengurangi mata rantai sembako sehingga bisa diterima dengan harga terjangkau di masyarakat Muara Enim," pungkasnya.(ozi)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: