Pemkab OKI Perkuat Program GENTING, Target 2.932 Penerima Tahun 2026
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Kabupaten OKI, Iwan Setiawan saat memimpin rapat.-Foto:dokumen palpos-
OKI, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting.
Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 2.932 penerima manfaat dari keluarga berisiko stunting.
Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI menunjukkan, jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) pada 2025 tercatat sebanyak 24.795 keluarga.
Dari jumlah tersebut, 12.955 keluarga masuk kategori desil 1 atau kelompok miskin yang menjadi prioritas utama intervensi.
BACA JUGA:Polres OKI Musnahkan 927 Gram Sabu, Komitmen Babat Habis Narkotika
BACA JUGA:Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Pangdam II/Sriwijaya Kunjungi OKI
Namun demikian, capaian program GENTING pada tahun sebelumnya masih belum optimal.
Dari target 2.759 penerima pada 2025, realisasi bantuan baru mencapai 406 penerima atau sekitar 14,71 persen. Sementara hingga April 2026, jumlah penerima bantuan baru mencapai 9 orang.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Kabupaten OKI, Iwan Setiawan menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pelaksanaan program ke depan.
“Program GENTING ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
BACA JUGA:Kolaborasi Pemerintah–Operator, Kunci Pengentasan Blankspot
BACA JUGA:Peringati HBP ke-62, Lapas Kayuagung Gelar Aksi Donor Darah
Kita harus memastikan intervensi tepat sasaran, khususnya pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujar Iwan Setiawan di Ruang Rapat Bende Seguguk,(16/5).
Ia menambahkan, rendahnya capaian tahun sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan sinergi dan partisipasi, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh (OTA).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




