Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Harga Karet di OKU Tembus Rp20.800 Perkilogram

Harga Karet di OKU Tembus Rp20.800 Perkilogram

Petani karet di OKU saat hendak menimbang hasil kebunnya.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Harga karet di Kabupaten OKU sejak sepekan terakhir sudah tembus dikisaran Rp20.800 perkilogram. Harga ini sedikit lebih mahal ketimbang beberapa pekan sebelumnya yang masih dikisaran Rp19.000 perkg.

"Alhamdulilah sekarang harga karet sudah semakin mahal," kata Dodi, petani karet asal Lubuk Raja, Kabupaten OKU, Minggu (13/9).

Pengakuan serupa juga diutarakan Ari, petani karet asal Lubuk Batang. "Sekarang memang harganya mahal, namun sayang produksi karet selama musim kemarau ini menurun dratis," keluhnya.

Menurut Ari, sejak musim kemarau ini produksi karet di kebunnya sudah turun dratis. Nyaris 50 persen dibandingkan saat musim hujan.

BACA JUGA:Wakapolda Sumsel Hadiri Bhayangkara OKU Fun Run 2026

BACA JUGA:Cegah Aksi 3C dan Balap Liar, Polres OKU Lakukan Pengamanan di Sejumlah Titik Rawan Kejahatan

"Saat cuaca normal biasanya setiap dua pekan sekali bisa mengantongi uang Rp4 juta. Namun saat musim kemarau ini untuk dapat uang Rp2 juta saja rasanya sangat susah. Karena getah karetnya kering," ungkapnya.

Ironisnya lagi saat harga karet lagi mahal seperti sekarang ternyata sering dimanfaatkan oleh pencuri untuk beraksi.

Akhmad, salah satu petani karet di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, mengatakan sudah beberapa petani karet yang menjadi korban aksi pencurian beku karet di kebun karet.

Sepekan terakhir ini saja setidaknya sudah ada tiga petani yang menjadi korban. "Karet beku aku belum sempat diangkat sudah didahului maling, rugi nian aku ado sekitar 50 kg digasak pencuri," keluh Akhmad.

BACA JUGA:Tingkatkan Indeks Keterbukaan Informasi Publik, Bupati OKU Minta Pemda Sajikan Data Akurat dan Logis

BACA JUGA:Pemkab OKU Kerahkan 5 Tangki Air, Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Menurut ayah dua anak ini, aksi pencurian memang sudah cukup meresahkan. Saat harga karet mulai berangsur membaik, pencuri mulai beraksi. 

Keluhan serupa juga disampaikan Ismail (45), petani karet di Desa Singapura, Kecamatan Semidang Aji yang juga mengungkapkan saat ini memang sedang rawan pencurian beku karet.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: