Begini Cara Tepat Pemberian MPASI Menurut Ahli Gizi Unsri

Begini Cara Tepat Pemberian MPASI Menurut Ahli Gizi Unsri

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unsri Dr Anita Rahmiwati SP MSi memberikan edukasi seputar MPASI di Posyandu Melati, Sabtu (3/12).---ist

PALEMBANG, PALPOS.ID – Memasuki usia 6 bulan, bayi harus mulai diberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Hal ini karena ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Namun tidak sedikit para ibu yang masih belum memahami prinsip-prinsip dalam pemberian MPASI. Untuk itulah para dosen Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) terus semangat memberikan edukasi dan demonstrasi terkait pemberian MPASI kepada masyarakat.

“Edukasi dan demonstrasi seputar MPASI di Posyandu Melati Plaju ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang kami lakukan pada pekan ketiga dari seluruh rangkaian kegiatan Nutrition Camps 2022,” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Gizi FKM Unsri sekaligus ahli gizi Dr Anita Rahmiwati SP MSi kepada palpos.id, Minggu (4/12).

Anita mengatakan, MPASI yang baik sangat diperlukan agar tumbuh kembang bayi berjalan dengan optimal, terutama saat bayi memasuki usia 6 bulan. Masa transisi dari ASI eksklusif sampai pemberian makan seperti makanan keluarga berlangsung selama bayi atau anak berusia 6 - 23 bulan.

“Pada periode ini merupakan masa kritis untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi,” kata Anita. Ditambahkannya, ada 4 prinsip penting dalam pemberian MPASI pada bayi atau anak yaitu adekuat atau cukup, aman, higienis dan diberikan secara responsif.

Adapun resep MPASI yang didemonstrasikan yakni nasi tim ikan patin untuk bayi usia 9 - 11 bulan dan bubur ayam tempe bayam Brazil yang ditujukan bagi bayi usia 6 - 8 bulan. MPASI yang didemonstrasikan ini adalah MPASI yang lengkap zat gizinya karena sudah mencakup kebutuhan nutrisi bayi yaitu kaya akan karbohidrat, protein, zat besi, dan lemak.

“Kedua resep ini juga mudah untuk dipraktikkan karena bahan-bahannya mudah didapatkan. Sayuran yang digunakan juga bisa dari sayuran yang dapat ditanam di sekitar pekarangan rumah,” kata Anita.

Kegiatan edukasi dan demonstrasi ini mendapat sambutan yang meriah dari ibu-ibu setempat. Mereka tampak antusias dan banyak merespon dengan mengutarakan pertanyaan terkait cara pembuatan MP-ASI.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini sendiri diselenggarakan oleh dosen dibantu lima mahasiswa Prodi Gizi FKM Unsri bersama Pertamina RU IIII. Kegiatan ini dihadiri oleh staf Puskesmas Plaju, kader posyandu dan ibu-balita setempat. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: