Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ikuti Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Secara Daring

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ikuti Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Secara Daring

Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ikuti Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Secara Daring. Foto ist--

Palembang, Palpos.ID - Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Ilham Djaya, pada Jumat (19/5) mengatakan bahwa Kanwil Kemenkumham Sumsel telah mengikuti secara virtual kegiatan Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2023 yang digelar secara hybrid dari The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta Selatan pada 17 Mei 2023.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Min Usihen.

Pada acara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, mengungkap besarnya potensi peran perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di bidang ekonomi.

BACA JUGA:BKIPM Sumsel Sebut Ekspor Ikan Triwulan Pertama 2023 Capai Angka Rp11,36 Milyar

Yasonna berharap generasi para perempuan muda yang memiliki ide segar, pemikiran kreatif dan inovatif mampu menuangkan kemampuan dalam karya-karya intelektual.

“Perempuan milenial umumnya memiliki sifat kreatif, dinamis, agile, dan berdedikasi pada karyanya. Perempuan milenial inilah yang diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran kreatif dan inovatif, serta mampu mengejawantahkan semangat serta ide-ide kreatifnya ke dalam karya nyata, yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah melalui pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) atas karya ekonomi kreatif mereka,” terang Yasonna.

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ingin mendorong dan memacu lebih banyak kaum perempuan untuk memanfaatkan sistem KI sebagai pelindung dan pemberi nilai tambah untuk keberlangsungan siklus kehidupan dalam berkreasi dan berinovasi.

BACA JUGA:CHINA VS INDONESIA : Tim Merah-Putih Kubur Mimpi Jadi Juara Piala Sudirman 2023

Oleh sebab itu, Peringatan Hari KI Sedunia 2023 mengusung tema nasional “Perempuan Indonesia Kreatif dan Inovatif: Ekonomi Tangguh”.

Data yang tercatat mendukung fakta bahwa perempuan adalah ujung tombak dari pembangunan bangsa, terlebih saat pandemi Covid-19, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan menjadi pelaku ekonomi yang paling penting dan strategis dalam pemulihan ekonomi serta menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Min Usihen menjelaskan bahwa kesempatan peringatan ini juga merupakan momen yang tepat untuk mengkampanyekan pentingnya peningkatan kesadaran bahwa Kekayaan Intelektual berdampak pada kehidupan.

BACA JUGA:Deru Ajak Muslimat NU Bekali Anak Dengan Ilmu dan Akhlak

“Peran Kekayaan Intelektual dalam era Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi Industri 5.0 memiliki posisi yang sangat penting. Contohnya Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang memiliki poros pembangunan ekonomi nasional pada pembangunan ekosistem KI melalui kebijakan pengelolaan ekosistem KI yang berkesinambungan mulai dari menciptakan, melindungi, dan memanfaatkan kekayaan intelektual,” ujar Min pada kesempatan yang sama.

“Sayangnya, walaupun KI menjadi basis pengembangan ekonomi kreatif Indonesia, sebagian besar pelaku UMKM (sekitar 88,95%) belum memiliki pelindungan KI,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: