Bulog OKU Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Beras Plastik

Bulog OKU Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Beras Plastik

Kepala Bulog OKU Julkhaidar Romadhon. Eko/Palpos.id--

BATURAJA, PALPOS.ID - Perum Bulog Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengimbau masyarakat di daerah itu agar tidak mudah termakan isu beras plastik yang beredar di media sosial.

Hal itu diungkapkan Kepala Bulog OKU, Julkhaidar Romadhon menyikapi video beras plastik yang beredar di akun tik tok milik oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Apalagi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan bulog di pasaran seperti beredar di medsos yang mengatakan bahwa itu beras plastik tidaklah dapat dibenarkan," tegasnya saat dibincangi Rabu (11/10).

Menurut dia, beras SPHP dari pemerintah merupakan beras yang diserap dari petani dan sudah melalui uji kelayakan sehingga dipastikan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Beras kualitas medium yang diluncurkan Badan Pangan Nasional ini dijual dengan harga terjangkau untuk menekan lonjakan harga beras di pasaran. "Sebenarnya video itu sudah lama beredar sejak tahun 2016 lalu dan pelakunya sudah diamankan," kata dia.

Disinggung mengapa nasi dari beras SPHP bulat sempurna tidak hancur juga kenyal seperti bola karet dan memantul saat dibanting ke lantai sehingga seolah-oleh benar adanya unsur plastik atau karet, Jul mengatakan hal tersebut tidak bisa diasumsikan seperti itu.

"Hal itu tidak bisa diasumsikan dengan cara-cara konvensional seperti itu dan harus dibuktikan secara ilmiah dan klinis seperti dicek di laboratorium," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak menyebar video yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena akan mendapat sangsi pidana.

"Karena beras SPHP ini adalah beras pemerintah yang dijual melalui bulog. Jadi bagi penyebaran video yang tidak benar secara otomatis akan berurusan dengan negara," tegas dia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: