Waspada! Kasus DBD di Prabumulih Meningkat

Waspada! Kasus DBD di Prabumulih Meningkat

Waspada! Kasus DBD di Prabumulih Meningkat-Foto : Prabu/Palpos-

Sulastri juga memaparkan bahwa jumlah tempat tidur anak yang tersedia di RSUD Prabumulih hanya 27, sedangkan untuk pasien umum sebanyak 32 bed untuk ruangan penyakit dalam kelas 3, dan 18 bed untuk ruangan penyakit dalam kelas 1 dan 2.

Karena keterbatasan fasilitas itu pula kata Sulastri, pihak RSUD harus mengalihkan pasien ke ruangan yang masih tersedia.

BACA JUGA:Ngaku Prihatin Dengan Aksi Tawuran, Pj Wako Prabumulih: Sudahlah Suruh Sekolah di Tempat Lain Sajalah

BACA JUGA:Terlibat Tawuran, 12 Remaja Dibawa ke Rumah Singgah 4 Orang ke Panti Rehabilitasi Anak Berkonflik dengan Hukum

Pasien DBD bahkan terpaksa dititipkan di ruangan IGD (instalasi gawat darurat) karena kapasitas penuh di ruang rawat inap biasa

"Kalau bed penuh untuk pasien BPJS kelas III, maka akan dititip dulu ke BPJS kelas II dan jika kelas II penuh akan dititip ke kelas 1. Kalau di ruangan biasa sudah kosong, akan dipindahkan lagi," terang Sulastri.

Masih kata Sulastri, pihaknya juga menerapkan sistem waiting list untuk pasien rawat inap.

Pasien yang datang sebelum magrib atau sesudahnya akan dilayani terlebih dahulu di ruang IGD.

BACA JUGA:Rindukan Kepemimpinan Ridho Yahya, Warga Dukung dr Emasrissa Maju Pada Pilkada 2024

BACA JUGA:Diduga Hendak Tawuran, 16 Remaja di Prabumulih Diamankan Tim Gabungan Polres Prabumulih

Setelah ada pasien yang pulang, baru pasien rawat inap dipindahkan ke kamar perawatan.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: