Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Fokus Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming

Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Fokus Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming

Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Fokus Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.-Palpos.id-Dokumen Palpos.id

HEADLINE, PALPOS.ID - Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Fokus Dewan Pakar TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Anggota Dewan Pakar Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Soedradjad Djiwandono, menjelaskan mengapa ia lebih memilih program makan siang gratis dibandingkan melanjutkan pembangunan Ibukota Negara (IKN) Nusantara.

Program ini, yang sekarang dinamai Program Makan Bergizi Gratis, dianggarkan sebesar Rp 71 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Menurut Soedradjad, keputusan ini didasarkan pada pandangannya sebagai seorang ekonom. 

BACA JUGA:Benarkah Hercules Bakal Jadi Menteri Pertahanan Kabinet Prabowo-Gibran? Ini Faktanya

BACA JUGA:Pemilih Prabowo-Gibran Lebih Memilih Herman Deru: Analisis Statistik dari Pilkada Sumatera Selatan

"Sebagai seorang ekonom yang tidak bisa berbohong dalam soal ini, saya mengatakan ya saya memilih makan siang bergizi karena saya tahu bahwa itu dapat dilaksanakan segera," ungkap Soedradjad dalam acara Mid Year Banking & Economic Outlook 2024 yang diadakan oleh Infobank, Jumat, 5 Juli 2024.

Kakak ipar Prabowo ini menyatakan bahwa tim ekonomi pemerintahan baru telah menyiapkan detail pelaksanaan program makan siang gratis ini dengan matang. 

"Kami sudah memperhitungkan secara rinci biayanya, siapa yang akan menerima, dan seterusnya," kata dia.

Di sisi lain, mengenai program pemindahan ibu kota negara (IKN) Nusantara, Soedradjad menyebut perkiraan biayanya belum terlalu jelas. 

BACA JUGA: Kabar Hoaks Tentang Pernikahan Sofiatun Gudono dan Prabowo Subianto: Hati-hati Terhadap Informasi Palsu!

BACA JUGA:Cerita Persahabatan Abadi Prabowo dan Raja Abdullah II

"Air bersih saja belum ada, jadi pembiayaannya jelas luar biasa besarnya," katanya.

Meskipun demikian, Soedradjad menegaskan bahwa pilihannya ini bukan berarti ia menolak rencana pemindahan ibukota. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: