Revolusi Thomas Tuchel Guncang Timnas Inggris.
Revolusi Thomas Tuchel Guncang Timnas Inggris. -Fhoto:@Facebook_Rere Nayla Putri-
PALPOS.CO - Thomas Tuchel membuat keputusan besar sekaligus kontroversial dengan mencoret sejumlah nama besar dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 karena ia ingin membangun tim yang lebih seimbang secara taktik, lebih bugar secara fisik, dan tidak bergantung pada reputasi semata.
Namun keputusan ini langsung memicu perdebatan panas karena pemain seperti Cole Palmer, Phil Foden, Trent Alexander-Arnold, hingga Harry Maguire justru dianggap masih layak menjadi bagian penting The Three Lions.
Langkah Thomas Tuchel menjelang Piala Dunia 2026 benar-benar seperti ledakan yang mengguncang sepak bola Inggris.
Pelatih asal Jerman itu menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinannya, tidak ada tempat bagi pemain yang hanya mengandalkan nama besar.
BACA JUGA:Michael Carrick Resmi Nahkodai Manchester United.
BACA JUGA:Malaysia Masters 2026: Jojo dan Ubed Jadi Harapan Terakhir Merah Putih.
Beberapa sosok yang selama ini identik dengan Timnas Inggris justru harus rela tersingkir dari daftar final.
Nama-nama seperti Cole Palmer, Phil Foden, Harry Maguire, Trent Alexander-Arnold, Luke Shaw, Mason Mount, Lewis Hall, hingga Jadon Sancho tak mendapat tiket menuju turnamen terbesar dunia.
Absennya Cole Palmer menjadi salah satu keputusan yang paling banyak dipertanyakan. Gelandang Chelsea itu dianggap sebagai salah satu pemain kreatif terbaik Inggris dalam dua musim terakhir.
Begitu juga Phil Foden yang meski performanya sempat menurun, tetap dianggap punya kualitas untuk mengubah pertandingan kapan saja.
BACA JUGA:Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar Resmi Mundur dari Timnas Voli Indonesia.
BACA JUGA:Amar Brkic Kembali ke Timnas Indonesia U-20.
Trent Alexander-Arnold juga menjadi korban keputusan ekstrem Tuchel. Bek yang kini membela Real Madrid itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pengumpan terbaik yang dimiliki Inggris.
Namun Tuchel tampaknya lebih memilih keseimbangan pertahanan ketimbang mengambil risiko dengan profil pemain yang terlalu ofensif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




