Iklan Astra Motor

Sekda Edward Candra Hadiri Pembudayaan Pancasila sebagai Upaya Deradikalisasi Eks Napiter di Sumsel.

Sekda Edward Candra Hadiri Pembudayaan Pancasila sebagai Upaya Deradikalisasi Eks Napiter di Sumsel.

Sekda Edward Candra Hadiri Pembudayaan Pancasila sebagai Upaya Deradikalisasi Eks Napiter di Sumsel. -Fhoto: humas pemprov sumsel-

Edward juga berharap rangkaian diskusi yang dikemas dalam bedah buku dapat membuka wawasan serta memperluas cara pandang peserta dalam memahami Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa.

Ia menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar konsep, melainkan nilai yang harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Hadir Dampingi ASN Menyongsong Masa Purna Tugas yang Sejahtera

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Terima Penghargaan Terbaik I Legislasi Daerah Apresiasi atas Kinerja Optimal Pengharmonisasian

Sementara itu, Kepala BPIP RI, KH Yudian Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan pembudayaan Pancasila ini merupakan bagian dari komitmen BPIP dalam mendukung program deradikalisasi nasional.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu membantu eks napiter menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih baik.

Menurut Yudian, Pancasila adalah hasil konsensus nasional yang lahir dari perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pengakuan internasional atas Proklamasi yang dipimpin oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

“Konsensus yang disepakati adalah Pancasila. Muslim Indonesia yang menolak Pancasila berarti menentang kesepakatan bangsa. Pancasila adalah titik temu bagi lebih dari 280 juta rakyat Indonesia,” tegas Yudian Wahyudi.

BPIP, lanjutnya, secara konsisten melaksanakan program pembudayaan nilai-nilai Pancasila kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk eks napiter, sebagai upaya membangun pemahaman kebangsaan yang utuh, moderat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan eks napiter tidak hanya kembali ke masyarakat, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: