Feby Deru Tunjukkan Totalitas Lestarikan Tari Sumsel Lewat Reuni Sanggar Seni Cempako
Feby Deru Tunjukkan Totalitas Lestarikan Tari Sumsel Lewat Reuni Sanggar Seni Cempako-Foto:dokumen palpos-
“Reuni ini digagas oleh angkatan senior dan menjadi ajang silaturahmi lintas generasi,” tambahnya.
Ia juga mengisahkan bahwa cikal bakal Sanggar Seni Cempako bermula dari Baturaja dengan nama Sanggar Seni Sebimbing Sekundang.
BACA JUGA:Cuaca Sumsel Sabtu Ini Didominasi Berawan, Sejumlah Daerah Berpotensi Hujan Sedang
BACA JUGA:Wajib Tahu! Hal yang Perlu Diperhatikan dan Gerakan Pemanasan Sebelum Olahraga Lari
Sanggar tersebut didirikan oleh almarhumah Ailuni Husni, yang kemudian berpindah ke Palembang dan resmi menjadi Sanggar Seni Cempako pada April 1994.
“Setelah ibu Ailuni wafat, saya melanjutkan sanggar ini. Saya tidak ingin kegiatan seni di sini vakum, apalagi masih banyak penari yang aktif dan terus berlatih,” jelas Feby.
Menurutnya, menari tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Setiap tarian harus dibawakan dengan disiplin dan penuh penjiwaan.
Bahkan, dunia tari dapat menjadi sumber mata pencaharian, bukan sekadar hobi semata.
“Kepada penari junior, saya tekankan pentingnya disiplin tinggi. Disiplin adalah kunci. Saya akan terus memantau perkembangan para penari di sanggar ini,” tegasnya.
Feby berharap Sanggar Seni Cempako dapat terus berkarya dan berperan aktif dalam melestarikan tarian tradisional khas Sumatera Selatan agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru juga menyempatkan hadir untuk menyapa para alumni dan penari Sanggar Seni Cempako yang mengikuti kegiatan reuni tersebut.
Acara reuni semakin semarak dengan penampilan beragam tarian daerah, di antaranya Teluk Semangko, Tamborina, Nindai, Ambenan Tinggi, Kipas Elok, Zapin Serumpun, Bedana Kipas, Pirdi, Panen, Senandung Kipas, Rodat, Zapin Payung, hingga Tari Tanggai.
Usai rangkaian kegiatan tari, para alumni Sanggar Seni Cempako melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam almarhum Husni, almarhumah Ailuni Husni, dan almarhumah Percha Leanpuri di pemakaman Gandus sebagai bentuk penghormatan dan doa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






