PALEMBANG, PALPOS.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali melanjutkan proses penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG).
Yakni dengan menyelenggarakan “Lokakarya Identifikasi Isu Strategis dan Kesiapan Data Dalam Rangka Penyusunan RPPEG Kabupaten OKI”, Selasa, (26/07/2022) di Palembang. Lokakarya ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten OKI untuk mulai mengidentifikasi berbagai isu strategis terkait pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut. Didalam penyusunan RPPEG nantinya, isu strategis akan menjadi bagian penting yang menguraikan tentang kondisi, potensi, dan permasalahan ekosistem gambut OKI. Bagian ini juga merupakan kunci yang akan menghubungkan permasalahan yang ada dengan berbagai bentuk program dan intervensi untuk melestarikan ekosistem gambut di OKI. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, Aris Panani, mengungkapkan, sebagai salah satu daerah dengan lahan gambut terluas maka penting untuk mempersiapkan dasar hukum bagi perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. “OKI merupakan salah satu kabupaten yang memiliki gambut terluas (1,03 juta Ha. atau 49,3 %) dan KHG terbesar (8 KHG), sehingga mulai mempersiapkan dasar hukum bagi perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Tahapan penyusunan RPPEG saat ini akan menjadi produk hukum yang mungkin akan menjadi PERDA, agar kita semua dapat melaksankaan dan mengimplementasikan dalam kegiatan prioritas untuk perlindungan dan pengelolaan gambut,” ujar Aris Panani dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut secara resmi, Selasa, 26 Juli 2022. Lokakarya ini mendiskusikan berbagai isu, daftar panjang, dan isu strategis pengelolaan gambut di Kabupaten OKI; serta mengidentifkasi berbagai data dan pembagian peran dalam pengumpulan data. Aris juga berharap para peserta dapat berpartisipasi aktif dan memberikan data-data yang dibutuhkan, agar proses penyusunan RPPEG OKI dapat segera terselesaikan dan diimplementasikan oleh masing-masing Dinas, para pemangku kepentingan, dan juga masyarakat. “Kami juga menyampaikan terima kasihnya atas dukungan ICRAF dalam penyusunan RPPEG Kab. OKI sehingga bisa menghasilkan progress capaian yang lebih cepat,” imbuhnya. Proses penyusunan dokumen RPPEG ditingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini mulai mendekati babak-babak akhir. Beriringan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten OKI yang sudah mulai menyusun RPPEG sejak November lalu, masih memiliki perjalanan panjang yang ditargetkan akan selesai di tahun 2023. Sebagai kabupaten yang memiliki lahan gambut terluas di Sumatera Selatan, hadirnya RPPEG adalah faktor penting yang diharapkan mampu mendorong pemanfaatan gambut yang lebih baik, mencegah terjadinya kerusakan dan menjamin kelestarian fungsi ekosistem gambut di Kabupaten OKI. Proses ini juga dapat bersinergi dengan program-program pengelolaan lahan gambut yang lain yang sudah dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan berbagai mitra pembangunan. Berbagai program yang telah ada sebelumnya adalah sumber data dan informasi yang akan digunakan sebagai bagian dari rencana pengelolaan gambut yang komprehensif. Melalui lokakarya ini Pokja Penyusunan Dokumen RPPEG Kabupaten OKI mulai melaksanakan kegiatan menyusun daftar panjang isu strategis pengelolaan gambut sebagai dasar penyusunan strategi program dan kegiatan perlindungan dan pengelolaan gambut. Kegiatan ini didukung oleh ICRAF Indonesia, Forum DAS Sumatera Selatan, dan Balai Penelitian Tanah sebagi bagian upaya #PahlawanGambut di Sumatera Selatan. #PahlawanGambut adalah sebuah gerakan untuk menghimpun pengetahuan, pembelajaran, pemahaman serta berbagai ide terkait pengelolaan gambut berkelanjutan oleh para penggiat, peneliti, pelaku usaha, petani dan generasi muda di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. (*)Susun RPPEG, Pemkab OKI Pahami Isu Strategi Pengolahan Gambut
Selasa 26-07-2022,16:15 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang
Kategori :
Terkait
Sabtu 28-02-2026,20:10 WIB
PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti
Kamis 12-02-2026,19:24 WIB
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan, Pemkab OKI Sidak Pasar
Rabu 11-02-2026,19:40 WIB
Pemkab OKI Dukung Telkom Perluas Jaringan Serat Optik untuk Internet Cepat di Air Sugihan
Jumat 06-02-2026,19:10 WIB
Jamin Karir ASN, Pemkab OKI Mantap Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Data
Kamis 05-02-2026,14:47 WIB
Pemkab OKI–Telkomsel Susun Rencana Aksi Pengentasan Wilayah Blankspot 2026
Terpopuler
Sabtu 07-03-2026,08:00 WIB
Tumis Jamur Tiram, Hidangan Sederhana yang Kaya Rasa dan Gizi
Sabtu 07-03-2026,08:10 WIB
Kentang Mustofa, Dari Camilan Warteg Hingga Viral di Media Sosial
Sabtu 07-03-2026,08:05 WIB
Kenikmatan Sop Tahu Bakso, Kuliner Hangat yang Bikin Ketagihan
Sabtu 07-03-2026,13:46 WIB
Cyclone RA600 2026 Resmi Meluncur, Cruiser 550cc Ini Siap Ganggu Dominasi Honda Rebel 500
Sabtu 07-03-2026,13:54 WIB
VinFast Siapkan Mobil Mewah Lac Hong 800S dan 900S, Debut 2027 Siap Tantang Sedan Premium Dunia
Terkini
Sabtu 07-03-2026,16:40 WIB
Pemekaran Wilayah Jambi: Wacana Pembentukan Kabupaten Merlung Tungkal Ulu Berpotensi Besar untuk Berkembang
Sabtu 07-03-2026,16:20 WIB
Bansos 2026: 3 Tata Cara Cairkan BLT BBM Melalui Kantor Pos, Ini Syarat dan Proses Verifikasinya
Sabtu 07-03-2026,14:02 WIB
Kenalan dengan VinFast VF e34, Mobil Listrik Canggih Jarak Tempuh 318 Km
Sabtu 07-03-2026,13:54 WIB
VinFast Siapkan Mobil Mewah Lac Hong 800S dan 900S, Debut 2027 Siap Tantang Sedan Premium Dunia
Sabtu 07-03-2026,13:46 WIB