Netizen pun menuntut pemuda atau wisatawan tersebut meminta maaf kepada warga Indonesia, khususnya warga Provinsi Sumatera Barat.
BACA JUGA:Ada 7 Wahana di Taman Wisata Puntikayu Palembang, Wisatawan Bisa Nikmati Gratis
BACA JUGA:Libur Lebaran, Taman Wisata Punti Kayu Diserbu Pengunjung
"Walau cuma bercandaan, tapi janganlah pakai kaki. Sama saja tidak menghargai tempat dan adat wisata di sekitar," tulis akun @riz***.
"ini pasti pengen viral ya kan kehabisan ide buat nyari tenar ya gini ni.. nanti minta maaf nangis-nangis," tulis @op***.
"Itu sudah masuk dalam kategori pengerusakan cagar budaya sih. Melakukan dengan sadar sudah termasuk dalam kategori niat," tambah @el***.
"Ini contoh Malin Kundang versi ga ada akhlak zaman now harusnya dia di bikin kaku aja biar "agak" beradab," tambah netizen lainnya.
BACA JUGA:Sekda OKI Harapkan Ada Regulasi yang Mengatur Wisata Air
BACA JUGA:Liburan Lebaran, Pengunjung wisata Danau Shuji Meningkat
Diketahui cerita Malin Kundang memang terkenal seantero negeri. Yakni kisah seorang anak yang durhaka kepada ibunya.
Dan sudah menjadi cerita rakyat fenomenal di kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Padang atau Provinsi Sumatera Barat.
Kemudian, hadirnya batu Malin Kundang semakin menguatkan jika kisah ini memang benar-benar nyata dan pernah terjadi di tanah Minang.
Makanya, objek wisata ini kemudian menjadi destinasi popouler dan menarik untuk dikunjungi wisatawan yang datang ke Provinsi Sumbar.
BACA JUGA:Libur Lebaran, Objek Wisata Mendapat Pengamanan Eksta
BACA JUGA:Hari Raya Kedua Idul Fitri 1444 H di Palembang, Polisi Tetap Monitor Tempat Wisata dan Mall
Namun, tidak banyak yang tahu tentang kebenaran batu Malin Kundang ini.