Akan tetapi, faktanya batu tersebut merupakan buatan manusia yang merepresentasikan seorang anak yang dikutuk oleh ibunya karena durhaka.
Meskipun cerita Malin Kundang merupakan anak durhaka, namun sejarah tetaplah harus dihargai. Dan jangan sampai cagar budaya malah dirusak. *