Sedangkan rencana ibukota kabupaten baru yang belum ada namanya tersebut akan berada di Kecamatan Suliki.
BACA JUGA:Gempa 7.3 SR Guncang Mentawai Provinsi Sumatera Barat, Warga Panik dan Takut Tsunami
Alasan historisnya, karena Kecamatan Suliki dahulu sempat menjadi ibukota Kabupaten Lima Puluh Kota sebelum pindah ke kawasan Sarilamak.
Nantinya Kabupaten baru pemekaran Kabupaten Lima Puluh Kota itu akan memiliki luas wilayah 2.2 ribu kilometer persegi.
Atau sekitar 60 persen lebih dari luas wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota saat ini.
Sementara Ketua LKAAM Suliki Dt Marajo menyatakan sudah sepakat untuk membentuk kabupaten baru tersebut, dan sering lakukan rapat-rapat kecil.
BACA JUGA:Wah Ini 5 Fakta Unik Kota Batam Calon Provinsi Baru Pemekaran Provinsi Kepulauan Riau
‘’Jadi 7 kecamatan tersebut secara wilayah adat berada di kawasan Koto Loweh dengan 4 niniak mamak.
Dimana, ke-4 niniak mamak ini sudah sepakat juga pembentukan kabupaten baru,” kata Dt Marajo kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.
Untuk Koto Loweh dengan 4 niniak mamak itu, diantaranya Dt Majo Indo wilayah Kecamatan Guguak, Kecamatan Gunuang Omeh dan Kecamatan Bukit Barisan.
Selanjutnya, ada Dt Bandaro wilayah Maek. Dt Siri wilayah Kecamatan Guguak dan Kecamatan Mungka.
BACA JUGA:8 Kawasan Industri di Batam Calon Provinsi Daerah Otonomi Baru Pemekaran Provinsi Kepulauan Riau
Serta terakhir Dt Rajo Dubalai wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Kapur IX.