Laut Maselihe memiliki kedalaman yang sangat dalam, dan tidak memiliki pantai.
Maka dari itu masyarakat menyebutnya Patahan Maselihe.
Menurut penelitian, kerajaan ini tenggelam karena peristiwa Dimpuluse (air jatuh dari langit), yang mengakibatkan mereka terdampar di tempat yang bernama Panimbuhing.
Bukti peristiwa ini adalah Tanjung Maselihe, yang di dalam lautnya ditemukan kursi emas dan mahkota raja.
Kerajaan ini dulu merupakan sebagian daratan pulau Sangir (Sangihe) yang tenggelam karena impuluse.
Impuluse merupakan awan hitam tebal berkumpul jadi satu, lalu jatuh dalam bentuk air yang berat.
Diperkirakan waktu tenggelamnya kerajaan, yakni pada 1654 masehi.
Dikutip dari maritim.go.id, Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim, Kemenko Maritim Sahat Panggabean, mengatakan Pulau Sangihe dulu bersambung dengan pulau-pulau yang lainnya.
Tapi kini dataran tersebut terputus menjadi beberapa pulau kecil yang berada di antara Pulau Sangihe dan Pulau Marulung (Balut).
Di Kepulauan Sangihe juga terdapat Gunung Awu yang menyimpan misteri.
Gunung ini merupakan salah satu dari 129 gunung berapi di lintasan cincin api Nusantara.
Gunung Awu adalah satu gunung bertipe Stratovolcano yang berlokasi di bagian utara Pulau Sangihe Besar.
Tingginya mencapai 1.320 mdpl, namun jika dihitung dari dasar laut tingginya sekira 3.300 meter.
Dari catatan program Smithsonian Global Volcanism, Gunung Awu pernah meletus pada tahun 1640-1641, 1711, 1812, 1856, 1875, 1883, 1885, 1892, 1893, 1913, 1921, 1922, 1930, 1966, dan 1992.
Terakhir Gunung Awu Meletus pada tahun 2004.
Dari letusannya itu telah merenggut sekitar 8.000 nyawa dan ribuan orang harus mengalami cidera.