Dampak sosial dan pembangunan juga menjadi pertimbangan krusial. PP 78 Tahun 2007 menekankan bahwa pemekaran wilayah harus memberikan manfaat konkret bagi masyarakat yang akan tinggal di wilayah baru.
Oleh karena itu, analisis menyeluruh terkait akses layanan publik, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat menjadi sangat penting, dan tampaknya masih perlu ditingkatkan di wilayah Sulawesi Timur.
Proses konsensus dan partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pemekaran wilayah.
Ada kemungkinan bahwa sejumlah daerah yang diajukan untuk Provinsi Sulawesi Timur belum sepenuhnya mendukung usulan ini.
Pertimbangan budaya, ekonomi, dan administratif dari masyarakat lokal harus benar-benar dipertimbangkan, dan kesepakatan bersama harus dicapai sebelum pemekaran dapat dilaksanakan.
Selain tujuan ekonomi, pelestarian identitas dan keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam serta warisan budaya juga menjadi sasaran utama dalam pemekaran wilayah.
Untuk Sulawesi Timur, penting bahwa usulan pemekaran ini tidak hanya berdampak pada perkembangan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan yang unik.
Meskipun rencana pemekaran Provinsi Sulawesi Timur belum memenuhi persyaratan PP 78 Tahun 2007, ini tidak menghentikan semangat pengembangan wilayah dan perhatian terhadap potensi serta kebutuhan masyarakat.
Proses pemekaran wilayah tetap menjadi isu kompleks yang memerlukan evaluasi mendalam sebelum keputusan akhir diambil.
Sekadar informasi, Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dengan luas wilayah yang terbagi menjadi 38 provinsi dari Sabang hingga Merauke.
Walaupun demikian, jumlah provinsi Indonesia masih lebih sedikit daripada beberapa negara tetangga seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Filipina memiliki 81 provinsi, Thailand 76 provinsi, dan Vietnam 58 provinsi, sedangkan Indonesia hanya memiliki 38 provinsi hingga saat ini.
Keterlambatan dalam proses pemekaran wilayah di Indonesia disebabkan oleh penerapan kebijakan moratorium oleh pemerintah sejak tahun 2009.
Meskipun begitu, beberapa wilayah masih berupaya menjalankan proses peninjauan untuk memperoleh status baru, baik sebagai provinsi, kabupaten, atau kota.
Dari daftar 14 calon provinsi baru di Indonesia, hanya 7 di antaranya yang telah memenuhi syarat dan lolos berdasarkan PP 78 Tahun 2007.
Ke-7 calon provinsi baru yang memenuhi syarat tersebut adalah Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Provinsi Pulau Sumbawa, Provinsi Kapuas Raya, Provinsi Bolaang Mongondow Raya, Provinsi Papua Barat Daya, dan Provinsi Papua Tengah.