BACA JUGA:Suhu Politik di Prabumulih Mulai Meningkat, PAN dan Hanura Nyatakan Dukungan Terhadap H Arlan
BACA JUGA:Herman Deru Kembali Pamer Kemesraan dengan Sejumlah Tokoh Politik Sumsel
Meskipun saat ini merupakan anggota DPR dari Gerindra, ESP tidak ragu untuk melamar di PDIP.
Hal ini dikarenakan dalam pemilihan kepala daerah, semua partai politik harus dirangkul untuk mencari sosok yang paling sesuai dengan kebutuhan daerah.
Terkait dengan pendampingnya, Zainul menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses evaluasi yang komprehensif,
mempertimbangkan berbagai faktor termasuk figur wakil yang tepat dan kader dari partai lain.
BACA JUGA:HD Dijodoh-jodohkan Dengan JM Pasca Deklarasi Mawardi-Harnojoyo. Ini Analisa Pengamat Politik Sumsel
BACA JUGA:Oknum Caleg Gerindra Mangkir Panggilan Penyidik, Gakkumdu Sumsel Putuskan Tak Terbukti Politik Uang
Sementara itu, Tim Penjaringan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur PDIP Sumsel, Haghmar Bandamana,
mengumumkan bahwa sejak dibukanya pendaftaran pada 16 April, sudah ada tiga nama yang mengambil formulir pendaftaran dari PDIP Sumsel.
Di antaranya adalah Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru, Meli Mustika, istri mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Ilyas Panji Alam, dan Mantan Walikota Palembang serta eks Ketua DPD PDIP Sumsel, Eddy Santana Putra.
Haghmar menjelaskan bahwa tahapan penjaringan ini tidak memungut biaya dan setiap kandidat harus mengikuti proses yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:Herman Deru Tidak Pernah Terpikir Meninggalkan Mawardi Yahya : Hormati Keputusan Politik MY !
BACA JUGA:Noviadi dan Samantha Bersaing di Sumsel II, Pengamat : Terjadi Pergeseran Dinamika Politik Sumsel
Keputusan akhir tentang siapa yang akan diusung akan ditentukan oleh DPP, dengan fokus utama pada kepentingan Sumatera Selatan.
Dengan langkah ESP mengambil formulir dari PDIP, perhelatan Pilgub Sumsel 2024 semakin menarik perhatian publik, menjanjikan persaingan yang ketat dalam menentukan arah pembangunan dan kepemimpinan di provinsi tersebut.