Perspektif Pro dan Kontra
Namun, seperti kebanyakan rencana besar, gagasan ini juga menimbulkan pro dan kontra.
Beberapa tokoh masyarakat dan politik menolak wacana ini dengan alasan kurangnya dasar yang logis dan praktis.
Mereka mempertanyakan efisiensi administratif, alokasi sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat setelah terbentuknya Provinsi Sunda Raya.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Jawa Barat: Menuju Era Baru dengan Tiga Provinsi Baru dan Otonomi Baru Optimal
Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi sebelum gagasan tersebut dapat direalisasikan.
Tantangan Masa Depan dan Ketidakpastian
Wacana tentang Provinsi Sunda Raya terus bergulir, meninggalkan masyarakat dalam ketidakpastian akan masa depan administratif ketiga provinsi tersebut.
Meskipun belum ada keputusan resmi dari pemerintah, diskusi ini tetap menjadi bagian integral dari perkembangan pembangunan wilayah di Indonesia.
Diperlukan pemikiran matang dan pengelolaan yang efisien untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam proses integrasi wilayah ini.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Kabupaten Sukabumi: Menuju Era Baru dengan Dua Daerah Otonomi Baru di Jawa Barat
Mengintip Proyeksi Ke Depan
Dengan berbagai perspektif dan proyeksi ke depannya, gagasan Provinsi Sunda Raya masih akan menjadi topik hangat dalam diskusi pembangunan wilayah di Indonesia.
Potensi untuk menciptakan entitas administratif yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta tetap menjadi sorotan utama.