Tidak hanya mengandalkan ujian wawancara sebagai acuan, seleksi ini juga memberi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan berbagai keahlian yang dimiliki di luar kompetensi teknis.
Peserta diminta untuk memamerkan keterampilan tertentu, yang tidak hanya sekadar sebagai nilai tambah, tetapi juga sebagai indikasi kemampuan yang dapat mendukung pekerjaan mereka sebagai aparatur sipil negara.
Beberapa keterampilan yang ditampilkan oleh peserta sangat beragam dan menarik perhatian penguji.
Peserta menunjukkan keahlian mulai dari seni bela diri, seni tradisional, hingga kemampuan multimedia.
BACA JUGA:Kemenkumham Sumsel Pindahkan 15 Napi ke Lapas Karanganyar Nusakambangan
BACA JUGA:Inovasi Kepala Rutan Prabumulih Kemenkumham Sumsel Masuk Finalis SINOPADIK
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Zakia Ajeng Aristi, seorang pelamar untuk posisi Penjaga Tahanan.
Zakia yang berusia 20 tahun, berasal dari Palembang, dan merupakan pelatih Karate sabuk Hitam (Dan I). Ia memamerkan jurus Katak Gojushoso dalam ujian keterampilan bela diri.
Zakia berharap bahwa keahlian yang dimilikinya dapat berguna tidak hanya dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai Petugas Pemasyarakatan, tetapi juga untuk melatih kemampuan bela diri kepada warga binaan yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan.
“Dengan memiliki kemampuan bela diri, saya yakin bisa lebih disiplin dalam menjalankan tugas, serta dapat membantu warga binaan untuk mengembangkan diri melalui latihan bela diri,” ujar Zakia saat ditemui di lokasi ujian.
Selain itu, beberapa peserta lain juga memamerkan keahlian dalam bidang seni tradisional seperti menari, memainkan alat musik, hingga kemampuan multimedia yang dibutuhkan untuk menunjang tugas mereka dalam pengelolaan informasi dan komunikasi di instansi pemerintahan.
BACA JUGA:Kemenkumham Sumsel Akan Gelar SKB Kesehatan dan Psikotes di RS Bhayangkara Palembang
BACA JUGA:Dua Pimti Kemenkumham Sumsel Promosi Jabatan Pada Kementerian Hukum
Selain keterampilan yang beragam, proses wawancara yang mendalam juga menjadi bagian yang sangat penting dalam seleksi ini.
Wawancara dilakukan oleh sejumlah penguji yang memiliki latar belakang dalam bidang hukum, administrasi, dan sumber daya manusia.
Salah satu penguji, Dr. Ilham Djaya, yang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan, menjelaskan bahwa wawancara tidak hanya dilakukan untuk menggali pemahaman peserta terhadap tugas dan fungsi yang akan dijalani, tetapi juga untuk menilai motivasi, pengetahuan umum, dan kemampuan peserta dalam berpikir kritis.