Sebagai pusat ekonomi Lombok Tengah, Kota Praya memiliki berbagai keunggulan yang mendukungnya untuk berdiri sendiri.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Nusa Tenggara Barat: Usulan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa Semakin Mengemuka
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Nusa Tenggara Barat: Muncul Usulan Provinsi Baru, Sekda NTB Angkat Bicara
Bandara Internasional Lombok, yang terletak di Praya, menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mempercepat arus barang dan jasa, baik domestik maupun internasional.
Keberadaan bandara ini juga memicu pertumbuhan sektor pariwisata, dengan Lombok menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Selain pariwisata, sektor perdagangan dan jasa di Praya tumbuh pesat.
Pasar tradisional yang tetap ramai pengunjung, serta munculnya pusat-pusat perbelanjaan modern, menunjukkan daya beli masyarakat yang terus meningkat.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Lampung: Kabupaten Bandar Negara Sesuai Karakteristik Wilayah
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Bangka Belitung: Calon Kota Tanjung Pandan, Pusat Pariwisata di Pulau Belitung
Potensi ini semakin menguatkan alasan pemekaran wilayah untuk mendukung pengelolaan sumber daya ekonomi yang lebih optimal.
Dampak Positif Pemekaran
Pemekaran Kota Praya diharapkan membawa berbagai dampak positif, di antaranya:
Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Dengan menjadi daerah otonom, Kota Praya dapat menyediakan layanan yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat.
Hal ini mencakup layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur.
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Bangka Belitung: Kota Sungai Liat Menuju Status Kota Mandiri
BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Bangka Belitung: Wacana Pembentukan Kabupaten Bangka Timur Menguat
Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Pemerintah Kota Praya nantinya dapat langsung mengelola anggaran daerah untuk pembangunan jalan, fasilitas umum, dan program sosial yang sesuai dengan kebutuhan lokal.