"Per-Oktober 2024 itu ada satu agen 3-4 pangkalannya yang diberi sanksi," ujarnya.
Namun sanksi tersebut ditegaskan Nanda, tidak ada kaitannya dengan isu setoran yang beredar melainkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak agen dan pangkalan.
"Tidak melakukan pencatatan sesuai dengan aturan," ujarnya.
Terpisah Sekretaris Hiswana Migas yang juga salah satu Agen LPG di Kota Lubuklinggau, dengan tegas membantah kabar tersebut. "Kalau tanya saya, saya tegaskan tidak benar itu," pungkasnya.*