Tidak hanya saham, aset yang mendapat perlindungan juga mencakup dana yang dititipkan pada kustodian, yang dibukakan rekening dana nasabah atas nama masing-masing investor di bank kustodian.
BACA JUGA:Pertamina Raih Penghargaan PR Indonesia Awards 2025 melalui Program Sampah Jadi Berkah
BACA JUGA:Digital Hub, Solusi Lengkap untuk Kebutuhan Digital Masa Kini
Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia SIPF dalam memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan stabilitas pasar modal Indonesia.
Proses Klaim dan Ganti Rugi bagi Investor
Dalam kasus kehilangan aset investor, terdapat mekanisme klaim yang harus diikuti agar investor yang memenuhi syarat dapat menerima ganti rugi. Proses klaim ini melibatkan beberapa tahapan penting:
Penetapan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK):
OJK menetapkan bahwa telah terjadi kehilangan aset investor.
OJK menyatakan bahwa kustodian tidak mampu mengembalikan aset yang hilang.
Jika kustodian adalah perantara pedagang efek:
Perantara pedagang efek tersebut harus dinyatakan tidak dapat melanjutkan usahanya.
Izin usaha perantara pedagang efek tersebut akan dipertimbangkan untuk dicabut oleh OJK.
Jika kustodian adalah bank kustodian:
Bank kustodian harus dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai bank kustodian.
Persetujuan bank kustodian sebagai bank umum kustodian akan dipertimbangkan untuk dicabut oleh OJK.
Setelah OJK mengeluarkan keputusan, Indonesia SIPF memiliki batas waktu tiga hari kerja untuk mengumumkan kehilangan aset investor melalui media massa.