“Untuk program bedah rumah, sudah kita laksanakan sebanyak empat unit sampai saat ini,” jelas Bayu.
BACA JUGA:Baru Tiga Bulan Keluar Penjara, Residivis Curanmor Asal Pali Ditangkap Tim Elang Muara di Muara Enim
BACA JUGA:Wujudkan Kota Bersih, Pemkot Prabumulih Gandeng PLN Bangun Fasilitas 3R Ramah Lingkungan
Selain mendukung sektor perumahan rakyat, BSB juga ikut mendorong pengembangan sektor perdagangan dan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Prabumulih.
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi lokal, Bank Sumsel Babel Prabumulih memberikan perhatian besar terhadap keberlangsungan usaha para pedagang kecil.
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah bantuan 25 unit etalase dagang untuk para pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Prabumulih yang saat ini tengah gencar menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan PTM.
“Kita juga mendukung program Wali Kota untuk menghidupkan kembali PTM dengan memberikan bantuan sebanyak 25 unit etalase kepada pedagang,” ungkap Bayu.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya bentuk bantuan fisik, tetapi juga bagian dari strategi BSB untuk membangkitkan semangat para pedagang kecil agar lebih berdaya dan mandiri dalam menjalankan usaha mereka.
“Selain memberikan etalase, kami juga mengemas bantuan ini dengan pelatihan dan edukasi digital agar para pedagang bisa beradaptasi dengan sistem keuangan modern,” tambahnya.
Tak hanya berhenti pada bantuan sarana usaha, Bank Sumsel Babel juga memperkuat dukungannya dengan memberikan edukasi penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Edukasi ini merupakan bagian dari upaya BSB dalam mendorong pelaku usaha kecil untuk beralih ke transaksi digital yang lebih aman, efisien, dan transparan.
Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan program nasional Bank Indonesia dalam memperluas inklusi keuangan digital di daerah.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan fisik, tapi juga mengedukasi pedagang untuk menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS.
Kami juga mengadakan berbagai promo khusus bagi pengguna QRIS BSB agar transaksi digital semakin diminati,” jelas Bayu.
Menurut Bayu, penerapan sistem transaksi non-tunai ini diharapkan dapat membantu pedagang di Prabumulih meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas akses pasar.