"Puji Tuhan bisa menang. Kami bermain all out karena sudah masuk delapan besar dan melawan pasangan kuat dunia. Tidak pernah terpikir sebelumnya bisa menang," ujar Raymond Indra usai laga.
BACA JUGA:Panjat Tebing Perebutkan 22 Medali Emas di Porprov XV Sumsel, Beni Hernedi: Wadah Mencari Atlet Baru
BACA JUGA:Fajar/Fikri dan Jonatan Christie Bikin Bangga, Maju ke Final Denmark Open 2025!
Sementara Nikolaus Joaquin menegaskan bahwa ketenangan menjadi kunci. “Kami tetap menyerang, tidak takut menghadapi lawan senior. Kuncinya percaya diri dan fokus di poin-poin penting,” ujarnya.
Tantangan Berat: Hadapi Didikan Herry IP, Goh/Izzuddin
Perjalanan Raymond/Joaquin belum berakhir. Di semifinal, mereka akan menantang unggulan kedua sekaligus pasangan terbaik Malaysia saat ini, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Pasangan ini dikenal sebagai duet cepat, kuat di serangan, dan memiliki disiplin rotasi yang menjadi ciri khas didikan Herry Iman Pierngadi, pelatih legendaris ganda putra Indonesia yang kini menangani Malaysia.
Goh/Izzuddin tampil sangat solid di Australian Open 2025. Dengan pengalaman segudang di level Super 500 hingga Super 1000, mereka diprediksi menjadi favorit kuat menuju final.
Pertemuan melawan Raymond/Joaquin akan menjadi duel klasik antara kekuatan muda yang penuh kejutan melawan kematangan permainan kelas dunia.
Indonesia Sudah Punya Satu Finalis
Terlepas dari hasil laga Raymond/Joaquin, sektor ganda putra Indonesia sudah memastikan satu tempat di final.
Di semifinal lain, terjadi Derby Merah Putih antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.
Dengan tiga wakil di semifinal, peluang Indonesia untuk menciptakan All Indonesian Final tetap terbuka. Namun sorotan utama tertuju pada Raymond/Joaquin yang sedang menjalani perjalanan bak dongeng.
Semua mata kini mengarah ke Quaycentre, menantikan apakah mereka mampu melanjutkan keajaiban dan menembus final pertamanya di level Super 500.