Dinkes OKU Distribusikan 18 Unit Alat Fogging ke Puskesmas

Minggu 30-11-2025,14:14 WIB
Reporter : Eco
Editor : Dahlia

BATURAJA, PALPOS.ID - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendistribusikan sebanyak 18 unit alat fogging ke seluruh pukesmas di wilayah setempat guna mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Alat fogging ini kami distribusikan ke 18 puskesmas yang ada di Kabupaten OKU," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU, Deddy Wijaya, Minggu (30/11).

Dia mengatakan, setiap puskesmas mendapat satu unit alat fogging untuk melakukan pengasapan nyamuk di wilayah masing-masing.

Pembagian alat fogging ini merupakan inisiatif dan respon cepat Dinkes OKU untuk mengantisipasi lonjakan kasus  DBD menghadapi musim hujan tahun ini.

BACA JUGA:Bupati OKU Teddy Meilwansyah Lantik Komarudin Sebagai PAW Kades Laya

BACA JUGA:Dukung Literasi, Perpustakaan Nasional Berikan Bantuan 100 Buku ke Rutan Baturaja

Menurut dia, meskipun fogging bukan metode pencegahan utama, tetapi dianggap efektif untuk membasmi nyamuk aedes aegypti dewasa dengan cepat.

"Upaya pengasapan dilakukan secara bertahap di daerah-daerah yang dianggap rawan DBD agar nyamuk tidak berkembang biak," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola 3M karena masih menjadi cara yang ampuh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari penyebaran DBD.

"Kami juga mendorong agar setiap rumah masyarakat memiliki juru pemantau jentik supaya Kabupaten OKU benar-benar bebas dari DBD," ujarnya.

BACA JUGA:Bupati OKU Resmi Lantik Bunda PAUD dan Bunda Literasi

BACA JUGA:Bupati OKU Kebut Raperda Pengolahan Air Limbah Domestik

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto menambahkan bahwa berdasarkan data selama periode Januari-Oktober 2025, angka penderita DBD di wilayahnya tercatat sebanyak 136 kasus.

Andi mengungkapkan, penderita DBD tersebut menyerang semua kalangan mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa.

Meskipun tidak korban jiwa, namun pasien sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat penyakit demam berdarah. (len)

Kategori :