Meski demikian, tidak semua orang langsung menyukai dakbal. Tekstur ceker yang dianggap rumit dan membutuhkan teknik memasak yang tepat dapat menjadi hambatan bagi sebagian orang.
Butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan ceker yang lembut tanpa kehilangan bentuk. Selain itu, bumbu yang terlalu pedas bisa membuat beberapa penikmat baru merasa kewalahan.
Namun para koki dan pelaku bisnis percaya bahwa dengan inovasi dan penyesuaian rasa, hidangan ini bisa semakin populer.
Eksperimen dengan bumbu lokal, tambahan rempah Indonesia, dan pengolahan yang lebih praktis dapat memperluas pasar dakbal di masa mendatang.