Pada menit ke-53, Williot Swedberg—yang baru masuk di babak kedua—berhasil mencetak gol pembuka. Tendangan terarahnya tak mampu dihentikan Courtois, membawa Celta unggul 1-0.
BACA JUGA:Hasil Liga Premier Inggris: Chelsea Tertahan 0-0 di Markas Bournemouth.
BACA JUGA:Hasil LaLiga Spanyol: Barcelona Pesta Gol di Sevilla, Libas Real Betis 5-3.
Keadaan semakin memburuk bagi Madrid setelah Fran García diganjar dua kartu kuning dalam waktu satu menit. Sang bek kiri terpaksa meninggalkan lapangan dan Madrid harus bermain dengan 10 pemain.
Sejak momen itu, permainan Real Madrid menjadi tidak seimbang, baik dalam bertahan maupun membangun serangan.
Puncak drama terjadi pada masa injury time. Alvaro Carreras menerima kartu kuning kedua dan diusir wasit, membuat Madrid bermain dengan sembilan pemain.
Keputusan itu memicu protes keras dari Rodrygo, yang juga ikut mendapatkan kartu kuning atas aksinya.
Dalam kondisi kehilangan dua pemain dan mental yang terganggu, Real Madrid kembali kebobolan.
Williot Swedberg mencetak gol keduanya pada menit 90+2, memastikan kemenangan Celta Vigo 2-0 dan membungkam publik Bernabéu.
Secara statistik, Madrid unggul di semua aspek permainan: 58 persen penguasaan bola, 23 tembakan, 8 sepak pojok, hingga 6 pelanggaran yang relatif sedikit.
Namun, efektivitas menjadi masalah utama. Sementara Celta Vigo justru tampil sangat efisien dengan tujuh tembakan dan lima di antaranya mengarah ke gawang.
Kekalahan ini tidak mengubah posisi Real Madrid yang tetap berada di peringkat kedua dengan 36 poin. Tetapi mereka kini tertinggal empat poin dari Barcelona yang kokoh di puncak klasemen.
Di sisi lain, kemenangan krusial ini membuat Celta Vigo naik ke peringkat ke-10 dengan 19 poin.
Dengan performa yang tidak konsisten—dua kemenangan, tiga imbang, dan dua kekalahan dalam tujuh laga terakhir—Real Madrid kini menghadapi ujian berat.
Dalam waktu dekat, mereka akan bertemu Manchester City di Liga Champions, sebuah laga yang bisa menjadi penentu arah musim mereka.