Ketika diluncurkan pada 1959, Mini langsung menarik perhatian publik, namun kejayaannya baru benar-benar dimulai dua tahun kemudian.
Sentuhan John Cooper: Mini Berubah Jadi Mesin Performa
Titik balik sejarah Mini terjadi pada September 1961, ketika Austin Mini Cooper dan Morris Mini Cooper resmi diperkenalkan.
John Cooper, pemilik tim Formula 1 Cooper sekaligus sahabat Issigonis, meyakini Mini bisa menjadi senjata balap yang mematikan.
Mesin A-Series 850cc ditingkatkan menjadi 997cc, dengan tenaga melonjak dari 25 kW menjadi 41 kW.
Mobil ini dibekali dua karburator SU, transmisi manual empat percepatan dengan rasio rapat, serta rem cakram—fitur yang tergolong revolusioner untuk mobil kecil di era tersebut.
Hasilnya luar biasa.
Mini Cooper sukses mencetak kemenangan beruntun di British Touring Car Championship, menundukkan mobil-mobil bermesin besar.
Puncaknya adalah kemenangan legendaris di Reli Monte Carlo, yang mengukuhkan Mini sebagai ikon balap dunia.
Dari Sirkuit ke Ikon Budaya Pop
Popularitas Mini Cooper meluas jauh melampaui lintasan balap.
Mobil ini menjadi simbol gaya hidup Inggris tahun 1960-an dan digemari berbagai kalangan, mulai dari pekerja kelas menengah hingga selebritas dunia seperti The Beatles, Steve McQueen, Mick Jagger, Peter Sellers, Twiggy, bahkan Enzo Ferrari.
Mini Cooper juga menjadi bagian penting dari kehidupan malam London, sejajar dengan popularitas Carnaby Street. Tak heran, ketika film legendaris “The Italian Job” (1969) diproduksi, Mini Cooper dipilih sebagai bintang utama dalam adegan kejar-kejaran ikonik.
Mini Cooper S: Evolusi Menuju Performa Maksimal
Pada 1963, Mini Cooper berevolusi menjadi Cooper S, varian dengan performa lebih ekstrem. Tersedia dalam pilihan mesin 970cc dan 1275cc, Cooper S dibekali rem lebih besar serta penguatan pada bagian bawah mesin, memungkinkan pengembangan performa lebih lanjut.
Varian 970cc tidak bertahan lama, sementara Cooper S 1275cc menjadi favorit dan terus diproduksi hingga akhir generasi MK1 pada 1967.