Piscok, Jajanan Sederhana yang Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Rabu 24-12-2025,10:21 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Tren piscok lumer sempat viral di berbagai platform digital. Banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan penjualan dengan kemasan yang lebih menarik dan pemasaran secara daring.

BACA JUGA:Pisang Molen, Camilan Tradisional yang Terus Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

BACA JUGA:Resep Kwetiau Goreng Rumahan: Lezat, Praktis, dan Anti Gagal

Piscok tidak lagi hanya dijual di gerobak sederhana, tetapi juga dikemas dalam kotak khusus dan dipasarkan melalui aplikasi pesan antar makanan.

Pengamat kuliner menilai bahwa kekuatan piscok terletak pada kesederhanaannya. “Piscok adalah contoh makanan rakyat yang fleksibel.

Bahan mudah didapat, cara membuatnya sederhana, dan rasanya sudah cocok dengan lidah masyarakat Indonesia,” kata Rudi Hartono, pengamat kuliner lokal.

Menurutnya, jajanan seperti piscok memiliki peluang besar untuk terus berkembang jika dikemas dengan konsep yang tepat.

Selain dari sisi ekonomi, piscok juga memiliki nilai nostalgia bagi banyak orang. Bagi sebagian masyarakat, piscok mengingatkan pada masa sekolah atau jajanan sore di lingkungan rumah.

Faktor emosional ini turut berperan dalam menjaga eksistensi piscok di tengah persaingan industri makanan yang semakin ketat.

Di beberapa daerah, piscok bahkan menjadi bagian dari usaha rumahan yang membantu perekonomian keluarga. Banyak ibu rumah tangga memproduksi piscok untuk dijual secara langsung atau dititipkan di warung-warung sekitar.

Modal yang relatif kecil membuat usaha ini mudah dijalankan oleh siapa saja.

Namun demikian, pelaku usaha piscok juga menghadapi tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku, terutama minyak goreng dan cokelat.

Selain itu, persaingan dengan jajanan modern yang mengandalkan tampilan visual juga menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, sebagian pedagang tetap optimistis karena piscok memiliki pasar yang stabil.

Pemerintah daerah di beberapa wilayah turut mendorong pengembangan usaha mikro, termasuk pedagang jajanan tradisional seperti piscok.

Melalui pelatihan kewirausahaan dan bantuan permodalan, diharapkan usaha kecil ini dapat terus bertahan dan berkembang.

Dengan segala kelebihan dan tantangan yang ada, piscok membuktikan bahwa jajanan tradisional tidak mudah tergeser oleh zaman.

Kategori :