Meskipun digoreng, tape goreng memiliki kandungan gizi yang cukup baik karena bahan utamanya adalah singkong, yang kaya akan karbohidrat.
BACA JUGA:Tahu Aci, Kuliner Tradisional Khas Tegal yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern
BACA JUGA:Tahu Sumedang: Ikon Kuliner Lokal yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
Selain itu, fermentasi singkong menghasilkan probiotik yang bermanfaat untuk pencernaan. Namun, seperti makanan gorengan lainnya, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
Menurut Dr. Anita Prasetya, ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, “Tape goreng bisa menjadi camilan yang menyehatkan jika dikonsumsi dalam porsi wajar.
Kandungan probiotik dari tape membantu menjaga kesehatan usus, sementara karbohidrat dari singkong memberikan energi.
Namun, karena digoreng, penting untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya agar asupan lemak tidak berlebihan.”
Popularitas tape goreng tidak hanya terbatas di pasar tradisional. Saat ini, banyak penjual yang membuka usaha tape goreng secara online melalui media sosial atau aplikasi pemesanan makanan.
Hal ini membuat camilan ini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat urban yang sibuk.
“Awalnya saya hanya menjual tape goreng di pasar. Tapi sekarang, 70 persen pesanan datang dari platform online,” ujar Rahmat Hidayat.
“Kami bahkan menerima pesanan luar kota karena kemasan yang kami gunakan cukup aman untuk dikirim.”
Beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki versi khas tape goreng mereka masing-masing. Misalnya, tape goreng Betawi terkenal dengan rasa manisnya yang pas, sementara di Solo, tape goreng lebih dikenal dengan teksturnya yang lembut dan sedikit kenyal.
Variasi ini menunjukkan bahwa makanan tradisional tetap bisa beradaptasi dengan selera lokal dan tren modern.
Selain sebagai camilan sehari-hari, tape goreng juga memiliki peran budaya. Di beberapa daerah, tape sering disajikan dalam acara adat atau perayaan tertentu.
Misalnya, di Jawa, tape termasuk salah satu hidangan wajib saat selamatan atau acara keluarga. Dengan digoreng, tape menjadi lebih praktis dan menarik bagi anak-anak maupun tamu yang hadir.
“Bagi saya, tape goreng bukan hanya soal rasa, tapi juga kenangan masa kecil,” kata Siti Nurhaliza.