Sempol Tahu, Inovasi Jajanan Tradisional yang Kian Digemari Masyarakat

Jumat 26-12-2025,08:43 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Inovasi ini membuat sempol tahu tidak kalah bersaing dengan jajanan modern yang tengah digemari generasi muda.

BACA JUGA:Tape Goreng, Camilan Tradisional yang Tetap Digemari di Era Modern

BACA JUGA:Cilor : Cemilan Legendaris yang Menggoda Lidah Anak Kota

Popularitas sempol tahu juga didorong oleh media sosial. Banyak konten kreator kuliner yang mengulas jajanan ini melalui video singkat, sehingga menarik perhatian masyarakat luas.

Tampilan sempol tahu yang menggugah selera serta proses pembuatannya yang terlihat sederhana membuat banyak orang tertarik untuk mencicipi, bahkan mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), sempol tahu menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Modal yang dibutuhkan relatif kecil, sementara keuntungan yang diperoleh cukup stabil.

Dengan harga jual berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per tusuk, sempol tahu mampu menarik pembeli dari berbagai latar belakang ekonomi.

Tidak sedikit pedagang yang mengaku mampu menjual ratusan tusuk sempol tahu dalam sehari, terutama di area sekolah, pasar, dan pusat keramaian.

Selain sebagai jajanan, sempol tahu juga mulai dikembangkan sebagai produk frozen food.

Inovasi ini memungkinkan sempol tahu dipasarkan lebih luas dan memiliki masa simpan yang lebih lama. Konsumen cukup menggorengnya di rumah, sehingga praktis dan tetap lezat.

Produk sempol tahu beku ini banyak diminati oleh keluarga yang ingin menyajikan camilan cepat saji namun tetap terjangkau.

Dari sisi gizi, sempol tahu dinilai cukup baik karena mengandung protein dari tahu serta karbohidrat dari tepung. Meski demikian, para ahli gizi tetap mengingatkan agar konsumsi jajanan gorengan tidak berlebihan.

Penggunaan minyak yang bersih serta pengolahan yang higienis menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Keberadaan sempol tahu menunjukkan bahwa jajanan tradisional Indonesia terus berkembang mengikuti selera zaman.

Inovasi sederhana namun kreatif mampu menciptakan produk baru yang diminati pasar tanpa meninggalkan ciri khas kuliner lokal.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa sektor kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian masyarakat.

Kategori :