Banyak konten kreator yang membagikan resep, ulasan, hingga video mukbang nugget pisang, sehingga membuat camilan ini semakin dikenal luas.
BACA JUGA:Safari Jumat di Lubuk Linggau, Gubernur Herman Deru Bantu Penyelesaian Masjid Anniyaturohimin
BACA JUGA:Cilor : Cemilan Legendaris yang Menggoda Lidah Anak Kota
Selain itu, kemasan yang menarik dan konsep penjualan secara daring turut membantu memperluas jangkauan pasar, terutama di kalangan anak muda.
Salah satu pelaku usaha nugget pisang di Kota Bandung, Siti Rahmawati, mengaku usahanya mengalami peningkatan penjualan sejak dua tahun terakhir.
“Awalnya saya hanya coba-coba menjual nugget pisang dari rumah. Ternyata responsnya sangat baik, apalagi setelah saya promosikan lewat media sosial.
Sekarang, dalam sehari bisa menjual puluhan hingga ratusan porsi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa modal usaha nugget pisang tergolong kecil, namun keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan.
Selain sebagai camilan, nugget pisang juga dinilai memiliki potensi sebagai makanan pendamping yang lebih bernilai gizi.
Pisang dikenal mengandung karbohidrat, serat, serta beberapa vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.
Meski melalui proses pengolahan, kandungan gizi pisang tetap memberikan manfaat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Beberapa pelaku usaha bahkan mulai berinovasi dengan mengurangi penggunaan gula atau menambahkan bahan-bahan lain agar lebih sehat.
Di sisi lain, nugget pisang juga sering dijadikan sebagai ide usaha bagi pelajar dan mahasiswa.
Proses pembuatannya yang relatif mudah serta bahan yang mudah didapat membuat camilan ini cocok dijadikan proyek kewirausahaan pemula.
Tidak sedikit sekolah dan kampus yang memperkenalkan nugget pisang sebagai contoh produk kreatif dalam kegiatan praktik kewirausahaan.
Pemerhati kuliner lokal menilai bahwa tren nugget pisang menunjukkan besarnya potensi pangan lokal Indonesia jika diolah secara kreatif.
“Inovasi seperti nugget pisang membuktikan bahwa bahan sederhana bisa memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikemas dengan baik.