Gado-gado, Kuliner Tradisional Indonesia yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Senin 29-12-2025,09:59 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Di tengah gaya hidup modern, gado-gado mengalami berbagai inovasi. Beberapa pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan variasi gado-gado dengan tampilan lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

BACA JUGA:Cakwe, Jajanan Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

BACA JUGA:Bola Ubi, Jajanan Tradisional yang Kembali Naik Daun di Tengah Tren Kuliner Modern

Ada gado-gado dengan saus kacang rendah gula, gado-gado vegan tanpa telur, hingga gado-gado yang disajikan dalam bentuk praktis siap saji.

Inovasi ini dilakukan untuk menarik minat generasi muda yang cenderung menyukai makanan praktis dan kekinian.

Meski demikian, pedagang gado-gado tradisional tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan keaslian kuliner ini.

Di banyak sudut kota, penjual gado-gado keliling masih setia menawarkan dagangannya dengan gerobak sederhana.

Mereka mempertahankan resep turun-temurun yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi sebagian masyarakat, menikmati gado-gado dari pedagang kaki lima memberikan sensasi tersendiri yang tidak tergantikan oleh restoran modern.

Gado-gado juga sering hadir dalam berbagai acara budaya dan perayaan. Hidangan ini kerap disajikan dalam acara keluarga, pertemuan warga, hingga festival kuliner daerah.

Keberadaannya tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan keberagaman.

Berbagai bahan yang berbeda disatukan dalam satu hidangan mencerminkan semangat persatuan yang menjadi nilai penting dalam budaya Indonesia.

Pemerintah dan pelaku pariwisata juga mulai memberi perhatian lebih terhadap kuliner tradisional seperti gado-gado.

Melalui promosi wisata kuliner, gado-gado diperkenalkan sebagai salah satu warisan budaya kuliner yang patut dilestarikan.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap makanan tradisional sekaligus mendukung perekonomian pelaku usaha kecil dan menengah.

Tantangan ke depan bagi gado-gado adalah bagaimana menjaga kualitas dan keaslian rasa di tengah perubahan selera dan gaya hidup masyarakat.

Kategori :