BATURAJA, PALPOS.CO - Sejumlah kelompok tani binaan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mendapat bantuan peralatan pertanian dari pemerintah.
Diantaranya empat unit traktor, mesin pampil jagung, mesin pengering jagung dan juga benih jagung bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
“Bantuan ini didapat setelah kami mengajukan usulan ke Kementerian Pertanian. Dan kami bersyukur kami mendapat bantuan ini,” kata Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo saat penyerahan bantuan 4 traktor didampingi Bupati OKU, Teddy Meilwansyah dan Forkopimda, Rabu, 31 Desember 2025.
Pada acara tersebut, juga dilakukan peresmian pembangunan taman Sebimbing Sekundang OKU (SSO) yang terletak di kawasan Mapolres OKU.
BACA JUGA:Bupati dan Kapolres OKU Pantau Malam Pergantian Tahun Baru
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan di OKU Selama 2025 Meningkat
AKBP Endro Aribowo menambahkan dibuatnya Taman SSO tersebut bermula dari arahan dan kebijakan Kapolri di mana orang nomor satu di Polri meminta semua lahan milik Polri harus dioptimalkan dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kita membuka lahan ini untuk membantu ketahanan pangan sesuai hasta cita Presiden Prabowo,”kata Kapolres.
Ditambahkan Kapolres, saat ini Taman SSO hanya mengeluarkan Produk sayur yakni bayam dan kangkung, karena jika menanam jagung dan kacang-kacangan habis diserang oleh hama monyet.
“Kita memiliki Bintara Kompetensi Khusus pertanian yang nantinya akan ditempatkan untuk menganalisis dan mengurusi tanaman yang ditanam oleh petugas,” kata Kapolres.
BACA JUGA:Buruh di OKU Bawa Kabur Motor IRT
BACA JUGA:Stasiun KA Baturaja Siapkan Water Station Untuk Penumpang
Sementara, Bupati OKU, Teddy Meilwansyah mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polri khususnya Polres OKU yang telah melakukan pembinaan terhada petani di OKU.
Sehingga kedepan produksi jagung di OKU bisa meningkat. Terlebih, para petani mendapat bantuan berupa beberapa peralatan dan lainnya.
“Saya sangat optimis, ke depan Kabupaten OKU dapat menjadi salah satu daerah penyumbang lumbung pangan nasional, dengan potensi yang kita miliki, dengan mengerahkan seluruh sumber daya, dan kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, TNI, Polri, pihak swasta, dan masyarakat petani, tentu akan menjadi sebuah kekuatan besar,” kata Bupati Teddy.