Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa kesehatan atlet menjadi prioritas utama federasi dalam setiap pengambilan keputusan.
BACA JUGA:TSAC Palembang Lolos ke Semifinal Indonesia Open Aquatic Championship 2025
BACA JUGA:Hasil Liga Champions: Qarabag Tahan Imbang Chelsea 2-2
Menurutnya, PBSI tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan atlet bertanding dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kami menghormati dan mengapresiasi keputusan BWF yang telah menyetujui permohonan protected ranking bagi Gregoria Mariska Tunjung.
Keputusan ini memberi ruang bagi atlet untuk fokus menjalani pemulihan tanpa terbebani konsekuensi peringkat dunia,” ujar Eng Hian dalam keterangan resminya.
Selama masa pemulihan, Gregoria akan mendapatkan pendampingan komprehensif dari tim pendukung PBSI.
Pendampingan tersebut mencakup aspek medis, fisik, teknik, hingga psikologis, agar sang atlet dapat kembali ke lapangan dalam kondisi terbaik.
Absennya Gregoria di sejumlah turnamen awal tahun membuat sektor tunggal putri Indonesia sementara ini bertumpu pada Putri Kusuma Wardani untuk mengarungi turnamen besar seperti Malaysia Open 2026.
Meski demikian, PBSI menilai keputusan melindungi kesehatan Gregoria adalah langkah jangka panjang yang sangat penting.
PBSI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat pencinta bulu tangkis Indonesia untuk terus memberikan dukungan serta doa bagi proses pemulihan Gregoria.
Harapannya, atlet yang akrab disapa Jorji itu dapat segera pulih dan kembali memperkuat Indonesia di berbagai ajang internasional sesuai dengan kesiapan dan rekomendasi tim medis.