Hasil uji awal ini lebih berfungsi sebagai dasar awal untuk menilai kinerja sumur serta memahami karakteristik lapisan batuan penyimpanan minyak atau reservoir.
BACA JUGA:Resahkan Warga, Tiga Pengguna Sabu Ditangkap Polisi Saat Pesta Narkoba di Prabumulih
BACA JUGA:Mobil Dilempari Batu di Tol Prabumulih–Indralaya, PT HKA Beri Kompensasi Rp3,2 Juta ke Korban
“Hasil uji ini bukan angka produksi harian jangka panjang, tetapi menjadi dasar awal untuk menilai kinerja sumur dan karakteristik reservoir,” jelasnya.
Setelah tahap pengujian awal, PEP Adera Field melanjutkan kegiatan dengan pembersihan sumur (clean up).
Tahap ini bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur pengeboran dan material lain yang dapat menghambat aliran fluida dari dalam sumur.
Usai proses clean up selesai, PEP Adera Field kemudian melakukan uji multi laju alir (multi rate test).
Pengujian lanjutan ini sangat krusial karena bertujuan untuk menentukan laju produksi yang paling ideal dan aman bagi sumur dalam jangka panjang.
Dalam uji multi laju alir ini, tim teknis akan mengukur beberapa parameter penting, di antaranya perbandingan gas terhadap minyak (Gas-Oil Ratio/GOR) serta kandungan air dalam minyak (watercut).
Data dari hasil pengujian ini akan menjadi dasar utama dalam penerapan good reservoir management atau pengelolaan reservoir yang baik.
Menurut Djudjuwanto, pengelolaan reservoir yang tepat sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi (sustainability) serta memperoleh perolehan minyak (recovery) yang optimal sepanjang umur produksi sumur.
Berdasarkan hasil analisis awal dan perbandingan dengan sumur-sumur lain di area yang sama, sumur ABB-143 (U1) diproyeksikan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari pada kondisi operasi tertentu.
Selain itu, sumur ini juga memiliki estimasi Estimated Ultimate Recovery (EUR) atau total potensi perolehan minyak sekitar 750 ribu barel minyak.
Angka tersebut diperoleh dengan menggunakan metode perbandingan terhadap sumur referensi yang lebih dahulu berproduksi di area dan lapisan batuan yang sama.
“Sumur ABB-143 (U1) diharapkan dapat memberikan tambahan produksi harian sekitar 458 barel minyak per hari, dengan estimasi total potensi perolehan minyak atau EUR sekitar 750 ribu barel minyak,” ujar Djudjuwanto.
Sumur referensi sendiri merupakan sumur yang telah lebih dulu berproduksi dan memiliki karakteristik geologi serta reservoir yang serupa.