BATURAJA, PALPOS.CO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menuntaskan pemberian vaksin Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kedua tahun 2025 bagi ribuan pelajar sekolah di wilayah setempat.
Kepala Dinkes OKU, Deddy Wijaya melalui Subkordinator Surveilans dan Imunisasi, Muhammad Yunius, Rabu (7/1) mengatakan bahwa vaksin yang diberikan dalam BIAS kedua yaitu Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (Td) dengan sasaran siswa kelas I. II dan V SD/MI di wilayah itu.
Sejak diluncurkan pada awal November 2025, capaian vaksin DT menyentuh sebanyak 6.390 pelajar kelas I Sekolah Dasar (SD) sederajat di 13 kecamatan di Kabupaten OKU.
Kemudian, vaksin Td kelas II SD/MI sebanyak 6.639 pelajar dan Td untuk siswa kelas II mencapai 5.760 orang. "Capaian ini rata-rata diatas 95 persen dari target nasional," katanya.
BACA JUGA:Teddy Hadiri Malam Kenal Pamit Direskrimsus Polda Sumsel
BACA JUGA:Baznas OKU Beri Beasiswa Untuk Mahasiswa Unbara
Menurutnya, target tersebut dicapai berkat kerja keras tenaga kesehatan di seluruh puskesmas yang konsisten melakukan upaya jemput bola untuk pemberian vaksin ke sekolah-sekolah hingga pelosok desa di Kabupaten OKU.
"Peran serta pihak sekolah juga membantu dalam menyukseskan program dari pemerintah pusat ini," tegasnya.
Dia menjelaskan, imunisasi DT berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis (batuk rejan) dan Td merupakan imunisasi lanjutan untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.
Menurutnya, tetanus merupakan penyakit yang menyerang saraf, menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan rahang terkunci yang penularannya melalui luka atau sayatan yang terkontaminasi.
BACA JUGA:Dinkes OKU Beri Pelatihan Penjamah Makanan Bagi SPPG
BACA JUGA:Kurir Paket di OKU Nyaris Tewas Ditikam Konsumen COD
"Penyakit tetanus dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik," jelasnya.
Sedangkan, difteri adalah penyakit yang menyerang hidung dan tenggorokan, kulit serta bagian tubuh lainnya.
Difteri dapat menyebabkan terbentuknya lapisan tebal di tenggorokan yang dapat menghalangi pernafasan yang penularannya melalui percikan droplet penderita.