Dalam setiap proyek dan aktivitas produksi, Arifin menekankan bahwa keselamatan kerja menjadi prasyarat utama.
BACA JUGA:Dukung Program Wali Kota, Bank Sumsel Babel Beri Etalase dan Meja Saji untuk UMKM PTM Prabumulih
Seluruh pekerjaan di lingkungan PEP Zona 4 wajib diawali dengan risk assessment yang komprehensif dan hanya dapat dieksekusi apabila seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi.
“Setiap pekerjaan harus dipastikan aman terlebih dahulu. Tidak ada kompromi dalam aspek keselamatan.
Jika belum memenuhi standar, maka pekerjaan tidak boleh dijalankan,” tegasnya seraya menuturkan pendekatan ini dinilai menjadi kunci keberhasilan PEP Zona 4 dalam menjaga zero accident, sekaligus memastikan keberlangsungan operasi migas yang andal dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Muhammad Arifin mendorong agar praktik keselamatan dan kinerja operasional PEP Zona 4 dapat dijadikan benchmark atau rujukan bagi wilayah kerja PHR lainnya.
Menurutnya, budaya keselamatan yang kuat akan menciptakan kinerja jangka panjang yang stabil dan berdaya saing tinggi.
“Kinerja Zona 4 menunjukkan bahwa keselamatan dan produktivitas bukan dua hal yang saling bertentangan.
Justru dengan disiplin keselamatan, kinerja dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan bahwa capaian zero accident merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh insan PEP Zona 4, bukan semata-mata faktor keberuntungan.
“Arahan pimpinan semakin memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini operasi. Tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Zero accident adalah komitmen bersama, bukan kebetulan,” tegas Djudjuwanto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini lahir dari kesadaran setiap pekerja, mulai dari level manajemen hingga petugas lapangan, untuk selalu menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam bekerja.
Menurut Djudjuwanto, kinerja berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila seluruh pekerja dapat bekerja dengan aman dan pulang dalam kondisi selamat.
Oleh karena itu, PEP Zona 4 terus memperkuat internalisasi budaya HSSE melalui pelatihan rutin, inspeksi lapangan, serta pengawasan berlapis terhadap setiap aktivitas kerja.
“Kinerja berkelanjutan hanya tercapai ketika setiap insan PEP bekerja dan pulang dengan selamat. Itulah makna sejati dari zero accident,” ujarnya.